Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Nilai 0 dan 100 Bisa Ada di TKA SMA/SMK 2025

Karen Wibi • Minggu, 26 Oktober 2025 | 02:39 WIB

SERIUS: Siswi SMAN 1 Nganjuk mengerjakan soal saat try out TKA. Nilai TKA tingkat SMA/SMK mulai 0 hingga 100 karena menggunakan computer assisted test (CAT).
SERIUS: Siswi SMAN 1 Nganjuk mengerjakan soal saat try out TKA. Nilai TKA tingkat SMA/SMK mulai 0 hingga 100 karena menggunakan computer assisted test (CAT).

Peserta dan Orang Tua Tidak Bisa Pantau Real Time 

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbeda dengan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Meski sama-sama menggunakan computer assisted test (CAT) atau tes berbasis komputer tetapi peserta TKA SMA/SMK tidak bisa melihat nilai setelah selesai mengerjakan. Bahkan, orang tua dan guru juga tidak bisa memantau perolehan nilai peserta TKA seperti saat tes CPNS dan PPPK. “Nilai TKA tidak bisa langsung muncul setelah selesai mengerjakan,” ujar Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk Iwan Triyono.

Menurut Iwan, TKA itu mirip ujian nasional (unas). CAT diterapkan. Soal yang diberikan kepada siswa adalah soal pilihan ganda. Sehingga, ada kemungkinan siswa mendapat nilai 0 dan maksimal atau 100. “Pengumuman nilai bisa dilakukan pada Januari 2026,” ujarnya.

Kacabdin Jatim Wilayah Probolinggo ini mengatakan, nilai tidak muncul setelah siswa mengerjakan soal TKA itu sengaja dilakukan. Tujuannya agar tidak mempengaruhi psikologi peserta yang belum ujian. Ditakutkan nilai yang didapat peserta di gelombang pertama akan berpengaruh ke peserta di gelombang dua. “Peraturan tersebut langsung berasal dari pusat,” imbuhnya.

Perlu diketahui, TKA SMA/SMK akan berlangsung tiga gelombang karena keterbatasan komputer di sekolah. Gelombang pertama akan berlangsung 3 dan 4 November. Lalu gelombang kedua pada 5 dan 6 November. Sedangkan gelombang ketiga akan berlangsung 8 dan 9 November.

Sementara itu, untuk siswa SMA dan SMK, pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua hari. Di hari pertama, ujian akan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama akan dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Lalu sesi kedua dimulai 10.30 hingga 13.00 WIB. Dan sesi terakhir dimulai 14.00 hingga 16.30 WIB.

Masing-masing mapel akan memiliki waktu pengerjaan yang berbeda. Untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris akan memiliki waktu pengerjaan 45 menit. Sedangkan, Matematika mendapat waktu pengerjaan 50 menit.

Sedangkan hari kedua juga akan dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai 07.30 hingga 09.40 WIB. Sesi kedua 10.10 hingga 12.20 WIB, dan sesi terakhir pukul 13.30 hingga 15.40 WIB. Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua siswa hanya mengerjakan dua mapel pilihan. Dengan masing-masing waktu pengerjaan selama 60 menit. 

Sementara itu, Endro Purwito, ketua panitia Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) Jawa Pos Radar Kediri meminta, siswa yang mengikuti KKA untuk belajar lebih giat. Karena berdasarkan data nilai yang didapat, siswa yang mendapat nilai di bawah 60, sangat banyak. “Yang di bawah rata-rata 60 itu ada 94,5 persen,” ujarnya. 

Endro mengatakan, waktu seminggu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga, siswa tidak mendapat nilai jeblok saat TKA. “Inilah manfaat KKA. Siswa bisa mengukur kemampuannya sebelum TKA,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#Tes Kemampuan Akademik #TKA 2025 #nganjuk