Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Harga Cabai Merah Naik, Rawit Anjlok

Novanda Nirwana • Senin, 3 November 2025 | 18:25 WIB

BEDA HARGA: Pembeli memilih cabai rawit dan cabai merah. Harga cabai merah melonjak tapi harga cabai rawit anjlok di Pasar Wage Nganjuk kemarin.
BEDA HARGA: Pembeli memilih cabai rawit dan cabai merah. Harga cabai merah melonjak tapi harga cabai rawit anjlok di Pasar Wage Nganjuk kemarin.

Petani Kota Angin Belum Panen Raya

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Harga cabai merah di Pasar Wage Nganjuk melonjak kemarin. Harga cabai merah besar dan cabai keriting kini menembus Rp 55 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya  harga cabai merah berada di kisaran Rp 43 ribu per kilogram.

Kenaikan ini disebut terjadi karena stok cabai merah di pasaran mulai menipis, sementara pasokan dari daerah belum lancar.  “Kalau sekarang cabai merah yang dijual di sini sebagian besar masih kiriman dari luar daerah, seperti Blitar, Pare, dan Puncu. Di Nganjuk sendiri belum ada panenan untuk cabai merah dan cabai keriting,” ujar Yosep Santoso, 43, salah satu pedagang cabai di Pasar Wage Nganjuk. 

Menurut Yosep, kenaikan harga cabai merah sudah mulai terasa sejak awal pekan ini dan terus bergerak naik secara bertahap. “Minggu lalu masih sekitar 40 ribu sekarang sudah naik sampai Rp 55 ribu per kilogram," jelasnya.

Yosep menambahkan, kondisi seperti ini sudah sering terjadi menjelang masa panen. Ia berharap harga bisa kembali normal begitu pasokan dari petani lokal Nganjuk mulai masuk ke pasar. “Biasanya nanti kalau Nganjuk sudah panen, harga langsung turun lagi. Sekarang ini karena masih menunggu panen, jadi barang dari luar yang masuk ke pasar sedikit dan harganya ikut tinggi,” ujarnya.

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit di Pasar Wage justru turun. Saat ini, cabai rawit asal Nganjuk dijual di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit asal Kediri masih bertahan di angka Rp 24–25 ribu per kilogram. “Kalau cabai rawit sekarang stoknya banyak karena petani Nganjuk lagi panen raya. Jadi, pasokannya lancar dan harga lebih stabil,” jelasnya.

Namun, di kalangan pembeli, tidak semua memilih cabai lokal meski harganya lebih murah. Sehingga, Yosep memilih untuk tetap mengambil pasokan cabai rawit dari Kediri.  “Kalau saya tetap ngambil dari Kediri, meskipun lebih mahal. Soalnya konsumen saya kebanyakan warung jadi lebih suka cabai Kediri,” ujarnya.

Salah satunya pembeli cabai, Lilik, 36, pemilik warung makan di yang ada di Kecamatan Nganjuk, tetap setia membeli cabai rawit dari Kediri. “Saya lebih suka cabai Kediri, rasanya lebih pedas dan warnanya juga lebih merah,” ujarnya

Menurut Lilik, selera konsumen menjadi pertimbangan utama, karena rasa pedas cabai berpengaruh langsung terhadap cita rasa masakan. “Kalau sambalnya kurang pedas, nanti pelanggan protes. Jadi ya biarpun mahal, yang penting kualitasnya sesuai selera mereka,” tambahnya.

Dari pantauan di sejumlah lapak pedagang, kondisi serupa juga terlihat di beberapa pasar tradisional lain di wilayah Nganjuk. Cabai merah dan cabai keriting masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, sementara cabai rawit lokal melimpah karena sedang masa panen raya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#cabai #nganjuk #harga cabai