Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Stegodon Jadi Penemuan Paling Fenomenal di 2025

Novanda Nirwana • Selasa, 4 November 2025 | 15:21 WIB

BERSEJARAH: Fosil Stegodon akan dibawa ke Museum Anjuk Ladang.
BERSEJARAH: Fosil Stegodon akan dibawa ke Museum Anjuk Ladang.

TIM peneliti yang berasal dari Kabupaten Nganjuk menemukan fosil binatang purba di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso. Setelah diteliti ternyata binatang tersebut adalah Stegodon.

Setelah ditemukan, tim dari Disporabudpar Kabupaten Nganjuk langsung terjun ke lokasi. Proses ekskavasi mulai dilakukan pada 15 Oktober lalu. Ekskavasi fosil lalu dilakukan. Fosil stegodon kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Salah satunya karena fosil ditemukan dalam kondisi lengkap. 

“Sebelumnya fosil hanya ditemukan dalam bentuk bagian-bagian saja. Namun kali ini fosilnya nyaris lengkap,” papar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Amin Fuadi.

Kini proses ekskavasi fosil gajah purba di situs prasejarah Tritik memasuki babak penting. Tim ekskavasi tengah melakukan tahap kedua, yaitu pengangkatan fosil dari lokasi penemuan untuk dibawa ke Museum Anjuk Ladang sebelum akhirnya dikirim ke Museum Geologi Bandung untuk konservasi lebih lanjut.

Amin menjelaskan bahwa tahap ini merupakan lanjutan dari ekskavasi pertama yang dilakukan sebelumnya.  “Proses ekskavasi saat ini sudah memasuki tahap kedua, yaitu pengangkatan dari masing-masing titik temuan,” ujarnya.

Semua fosil nantinya akan dibawa ke Museum Anjuk Ladang untuk didata dan diamankan. Setelah proses pengangkatan, fosil-fosil tersebut akan dikirim ke Museum Geologi Bandung untuk dilakukan konservasi dan pembuatan replika. “Replika inilah nantinya yang akan dipasang di dua lokasi, yaitu di lokasi temuan dan di kawasan Prasejarah Tritik,” jelas Amin.

Dalam proses ekskavasi lanjutan ini, tim menemukan sejumlah bagian tubuh baru yang sebelumnya belum teridentifikasi. “Selama kegiatan ekskavasi kedua ini, akhirnya muncul lagi tambahan bagian tubuh yang selama ini kami cari, seperti kuku, tulang ekor, serta ugel-ugel kaki gajah. Meski baru sebagian, temuan itu menunjukkan bahwa anatomi bagian kaki sudah hampir lengkap,” tambahnya.

Namun demikian, tim masih menghadapi tantangan besar dalam mencari gading sisi lain dan bagian kaki belakang utama yang hingga kini belum ditemukan. 

“Itu masih menjadi fokus pencarian berikutnya. Kami akan memperdalam lagi lapisan tanah di sekitar lokasi temuan untuk menemukan sisa bagian tubuh yang belum terungkap,” imbuhnya.

Amin menambahkan, setelah seluruh proses ekskavasi selesai, situs Tritik akan dikembangkan menjadi lokasi geosite yang dilengkapi juru pelihara. Pengelolaan ini akan berada di bawah koordinasi Badan Geologi. Selain menjadi pusat penelitian, ke depan kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata edukatif.  “Ini akan menarik, karena masyarakat bisa melihat langsung replika fosil gajah purba di tempat penemuannya,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : Karen Wibi
#stegodon #nganjuk #fosil