Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Dam Tanjung Kurang 1 Bulan

Karen Wibi • Sabtu, 8 November 2025 | 19:06 WIB

KURANG SEBULAN: Pembangunan pintu air Dam Tanjungrejo dikebut kemarin. Pelebaran pintu air untuk mencegah Sungai Kuncir meluap saat hujan deras mengguyur wilayah pegunungan Wilis.
KURANG SEBULAN: Pembangunan pintu air Dam Tanjungrejo dikebut kemarin. Pelebaran pintu air untuk mencegah Sungai Kuncir meluap saat hujan deras mengguyur wilayah pegunungan Wilis.

Percepat karena Musim Penghujan

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Pelebaran Dam Tanjungrejo terganggu. Karena hujan yang turun hampir setiap hari membuat pekerja harus menunda pekerjaannya. Alasannya waktu pembanguann dam yang harus selesai dalam waktu dekat. Sesuai target, dam yang berada di Kecamatan Loceret itu harus rampung sebelum 13 Desember.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Ony Supri­yono mengatakan, bulan depan tenggat waktu pembangunan dam. “Pembangunan kurang satu bulan. Ini terus kami kebut,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Namun di waktu akhir, hujan terus menguyur lokasi pembangunan. Beruntung, menurut Ony, hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir tidak memengaruhi pembangunan dam. “Pembangunan masih sesuai dengan timeline,” tambahnya.

Perlu diketahui, pembangunan Dam Tanjungrejo dilakukan untuk mencegah banjir di Kecamatan Nganjuk. Banjir terjadi akibat air yang tersumbat. Air selalu meluber ke jalanan. Membanjiri Desa Tanjungrejo di Kecamatan Loceret hingga ke Kelurahan Ploso di Kecamatan Nganjuk. Hal itu seperti yang terjadi pada Juni lalu. Bahkan di bulan itu, banjir terjadi sebanyak dua kali. Yaitu, pada tanggal 8 Juni dan 9 Juni.

Tak ingin terus berulang tiap tahunnya, di tahun ini, Pemkab Nganjuk melakukan perbaikan. Perbaikan meliputi dua bagian penting. Pertama adalah memperlebar pintu air Dam Tanjungrejo. Dengan tujuan agar tidak banyak sampah yang tersumbat hingga menyebabkan banjir.

Sedangkan perbaikan yang kedua adalah dengan membangun landasan untuk ekscavator disamping Dam Tanjungrejo. Menurut Ony, hal itu penting dilakukan. Karena menurutnya masih ada kemungkinan penyumbatan sampah yang terjadi. Saat kondisi itu, ekscavator dapat digunakan untuk mengatasi penyumbatan. “Sebelumnya tidak ada landasan excavator. Alhasil proses pembersihan sampah sering terganggu,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ony mengatakan pemkab tidak ingin setengah-setengah dalam mengerjakan proyek tersebut. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 768 juta. Proses tersebut dikerjakan oleh CV Erzha Persada Utama. Dengan target pengerjaan mulai 29 September hingga 13 Desember mendatang. (wib)

Editor : Karen Wibi
#Perbaikan #nganjuk #dam