NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi (Risti) dan Balita Gizi Buruk di Gedung Wanita. Kegiatan yang diikuti 450 peserta itu diawali dengan senam bersama dan melibatkan lintas sektor serta para kader kesehatan dari seluruh kecamatan.
Hadir pada evaluasi itu Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dalam sambutannya Kang Marhaen -sapaan akrab Marhaen Djumadi- menyampaikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Faktor eksternal seperti gizi makanan, pola hidup, dan lingkungan turut mempengaruhi kondisi kesehatan. “Pemerintah terus berupaya meningkatkan asupan dan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk menguatkan kembali upaya pendampingan kesehatan ibu dan anak. “Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pendampingan ibu hamil dan balita selama ini,” jelasnya.
Hingga Oktober, angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian, meski berada di bawah batas target. Yakni tercatat sebanyak 143 kematian. “Harapan kami tidak ada lagi kematian ibu maupun bayi. Karena itu, peran kader harus semakin diperkuat,” tegas dr. Tien sambil menyebut pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Selain evaluasi pendampingan bumil risti dan balita gizi buruk, pada hari yang sama, dinkes juga menggelar pengukuran kebugaran jasmani bagi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Angin. Acara yang berlangsung di BLK Nganjuk itu juga dalam rangkaian kegiatan menyemarakkan peringatan HKN ke 61 di Kabupaten Nganjuk.
Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, pengukuran kebugaran diikuti antusias para peserta. Mereka mengikuti serangkaian pengukuran dengan serius. Termasuk saat lari ringan mengelilingi BLK Nganjuk. (nov/ik3/tyo)
Editor : Karen Wibi