Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Pedagang Mengeluh karena Sepi Pembeli

Novanda Nirwana • Senin, 10 November 2025 | 18:37 WIB

SEPI: Kondisi Pasar Wage yang lengang membuat penjual mengeluh.
SEPI: Kondisi Pasar Wage yang lengang membuat penjual mengeluh.

MEGAHNYA nama Pasar Wage tidak otomatis membuat pasar tersebut ramai. Karena sejak beberapa tahun terakhir, antara Pasar Wage lama dan baru sama-sama mengalami penurunan jumlah pembeli.

Hal itu seperti yang diceritakan oleh Darminem, 60, pedagang daging sapi di Pasar Wage lama. Dia mengatakan penurunan pembeli terjadi sejak beberapa bulan terakhir. “Biasanya sehari bisa jual 10 kilogram daging, tetapi sekarang dua hari hanya bisa jual 5 kilogram saja,” keluhnya.

Agar tidak menanggung kerugian besar, Darminem biasanya menawarkan daging sisa ke pedagang bakso atau pemilik warung makan dengan harga lebih murah. “Biar ruginya tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, antara Pasar Wage lama dan Pasar Wage baru memiliki pola keramaian yang berbeda. Jumiati, 43, pedagang asal Loceret yang berjualan kebutuhan grosir menyebut bahwa pasar baru ramai justru saat dini hari. 

“Ramainya pas jam 3 pagi. Kalau pagi ya penuh. Jam 2 gitu sudah ada penjualnya,” ungkapnya.

Hal itu berbeda jauh dengan Pasar Wage lama yang mencapai puncak keramaian pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut Jumiati, segmentasi Pasar Wage Baru memang berbeda karena mayoritas pembeli adalah pedagang yang menjual kembali dagangan mereka.  “Bedanya di sini grosiran, jadi khusus buat orang-orang yang ngejual dagangannya kembali,” jelasnya.

Jumiati pindah ke Pasar Wage Baru sejak pasar tersebut selesai dibangun. Sebelumnya ia berjualan di kawasan Taman Nyawiji, sebelum area itu dibongkar dan dialihfungsikan sebagai taman kota.

Namun, sepanjang musim penghujan ini, kondisi pasar kembali sepi. Apalagi jika hujan turun pada malam hari, yang merupakan jam utama aktivitas grosir. “Kalau malam hujan itu bisa dipastikan besok paginya pasar sepi,” katanya. (nov/wib)

Editor : Karen Wibi
#pasar wage nganjuk #pasar wage