Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Pagi Sepi, Pengunjung Ramai Malam Hari

Novanda Nirwana • Senin, 10 November 2025 | 18:36 WIB

BANGUNAN BARU: Pasar Wage Baru beroperasi saat malam hari karena awalnya untuk relokasi PKL.
BANGUNAN BARU: Pasar Wage Baru beroperasi saat malam hari karena awalnya untuk relokasi PKL.

PASAR Wage baru dikenal sebagai pusat grosir di Kabupaten Nganjuk. Namun kondisi itu akan berubah ketika malam tiba. Deretan lapak makanan memenuhi area luar pasar, menjadikannya salah satu destinasi kuliner malam yang kian digemari warga Nganjuk.

Salah satu pedagang yang ikut menghidupkan suasana tersebut adalah Diza Estrida Fatma, 26, warga Tulungagung yang kini berdomisili di Wilangan. Dia mulai membuka lapak di Pasar Wage Baru sejak Maret tahun ini dengan membawa konsep yang belum banyak ditemukan di Nganjuk, sego sambel. “Saya tertarik jualan di sini karena di Nganjuk belum ada yang jualan sego sambel. Kebetulan ada tempat di sini, makanya saya jualan di sini,” ungkapnya.

Diza membuka lapaknya mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Menu yang ditawarkan pun cukup variatif. “Ada 13 macam varian. Harganya mulai Rp 10 ribu sampai Rp 22 ribu, tergantung isinya,” jelasnya.

Menurut Diza, pilihan untuk buka malam bukan tanpa alasan. Selain karena sambelan lebih cocok disantap pada malam hari, ia sendiri merupakan pecinta kuliner malam. “Saya juga pecinta kuliner malam, jadi sekalian menyesuaikan selera saya juga,” ujarnya.

Namun, berjualan di area terbuka membuatnya harus menghadapi sejumlah tantangan. Cuaca menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi pendapatan.  “Kendalanya mungkin hujan, karena jualan di outdoor. Terus kadang ada komplain makanan cepat dingin, karena jualan di luar kan nasi baru keluar kena angin langsung dingin,” tuturnya.

Meski begitu, antusiasme pembeli cukup tinggi, terutama pada akhir pekan. Namun Diza menyebut keramaian juga dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.  “Kalau weekend ramai. Tapi tergantung juga, kalau akhir bulan ya sepi karena belum gajian,” katanya.

Pembelinya pun tidak hanya berasal dari sekitar kota. Pemasaran lewat media sosial membuat lapaknya dikenal hingga luar Nganjuk. “Pembelinya selain warga Nganjuk juga dari luar kota, karena pemasaran kami dari sosial media,” pungkasnya.

Fenomena kuliner malam di Pasar Wage Baru menjadi warna baru bagi kawasan yang sebelumnya lebih identik sebagai pasar subuh. Kini, kawasan itu memiliki dua wajah, pusat grosiran di dini hari dan pusat kuliner saat malam. (nov/wib)

Editor : Karen Wibi
#pasar wage nganjuk #nganjuk #pasar wage