NAMA programnya adalah Kebun Mbah Karto. Program yang diciptakan oleh Bank Sampah Sejahtera di Kelurahan Kartoharjo. Tujuannya satu, yaitu agar emak-emak mau membuang sampah dengan cara yang baik dan benar.
Hal itu seperti yang diceritakan oleh Bendahara Bank Sampah Sejahtera Wulandari. Perempuan berhijab itu menjelaskan, Bank Sampah Sejahtera memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah mengajarkan budaya membuang sampah yang baik.
Agar program itu berhasil, Wulandari menggandeng emak-emak di Kelurahan Kartoharjo. Setiap hari Sabtu mereka diundang ke Bank Sampah. Mereka diwajibkan untuk menyetor sampah yang telah dikumpulkan selama satu minggu. “Setiap Sabtu banyak emak-emak datang ke sini. Mereka akan mengumpulkan dan melakukan pemilahan sampah bersama,” ujarnya.
Ketika pulang, emak-emak itu tidak akan pulang dengan tangan hampa. Selain mendapat tabungan uang, mereka juga membawa buah tangan. Yaitu tanaman sayuran. Mulai dari tanaman cabai, terong, kemangi, kangkung, dan masih banyak yang lainnya. Semuanya itu didapat secara gratis. “Tanaman itu bisa didapat secara cuma-cuma. Karena memang hadiah itu diberi untuk menarik minat emak-emak,” tambahnya.
Lalu darimana tanaman itu berasal? Menangapi pertanyaan itu, Wulandari mengatakan tanaman itu juga berasal dari emak-emak. Sampah yang dibawa emak-emak akan dipilah dan dipilih. Dipisah antara sampah organik dan non-organik.
Sampah-sampah organik itu akan dijadikan pupuk kompos. Nantinya pupuk kompos itu akan dibuat sebagai media tanam. Setelah tumbuh, tanaman itu akan dijadikan hadiah untuk emak-emak. “Jadi, sebenarnya hadiah itu dari emak-emak untuk emak-emak itu sendiri,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi