Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Kandang Sapi di Pace Dilalap si Jago Merah

Novanda Nirwana • Kamis, 13 November 2025 | 17:29 WIB

Si jago merah melahap kandang milik warga Dusun Bongkal, Desa Kepanjen, Kecamatan Pace pada Selasa (12/11) malam.
Si jago merah melahap kandang milik warga Dusun Bongkal, Desa Kepanjen, Kecamatan Pace pada Selasa (12/11) malam.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Dusun Bongkal, Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, gempar. Si jago merah melahap kandang milik warga setempat pada Selasa (12/11) malam. Diduga api berasal dari pembakaran diang yang merembet hingga menghanguskan kandang.

Kandang milik Kasiran, 62, ludes terbakar bersama tumpukan jerami di sekitarnya. Berdasarkan laporan petugas Damkarmat Nganjuk, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari diang yang masih menyala dan menjalar ke tumpukan jerami kering. “Awalnya ada warga ronda yang melihat kepulan asap dari arah kandang. Setelah dicek, ternyata api sudah membesar dan cepat merambat ke jerami,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk adalah Imam Ashari.

Petugas yang menerima laporan langsung menuju ke lokasi kejadian. Dengan mengerahkan dua armada, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.42 WIB. Hujan gerimis sempat mengguyur wilayah tersebut, namun tidak cukup membantu meredam kobaran api. “Kami kerahkan Pos Bantu Pace dan Pos Bantu Tanjunganom untuk memadamkan api,” paparnya.

Api yang cukup besar mengharuskan petugas bekerja lebih ekstra. Petugas membutuhkan waktu lebih dari 2 jam. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 01.20 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp1 juta. Sisa-sisa jerami yang terbakar masih tampak mengepul hingga dini hari sebelum benar-benar dinyatakan aman oleh petugas. “Kami imbau masyarakat agar memastikan api diang benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kasus seperti ini sering terjadi karena percikan kecil bisa memicu kebakaran,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #kebakaran