Nasib Ribuan Lulusan SMK saat Kondisi Perekonomian Tak Baik-Baik Saja
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk harus bersiap menghadapi gelombang penambahan pengangguran di Kota Angin. Karena di tahun depan dipastikan akan ada penambahan ribuan calon tenaga kerja. Untuk lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di 2026 nanti saja ada 7.832 siswa. Mayoritas mereka akan mencari pekerjaan setelah lulus sekolah.
“Lulusan SMK paling banyak dibandingkan SMA di Kabupaten Nganjuk,” ujar Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk Iwan Triyono. Dari data terakhir, ada 7.832 siswa SMK di Kabupaten Nganjuk akan lulus tahun depan. Sedangkan, siswa SMA sebanyak 6.029 siswa. Kemudian, SLB ada 184 siswa.
Nantinya, setelah lulus, ada yang melanjutkan ke bangku kuliah dan mencari pekerjaan. Mayoritas mereka akan mencari pekerjaan. “Untuk lulusan SMK bisa mencari pekerjaan di Nganjuk dan luar kota. Mereka telah dibekali keterampilan selama di sekolah,” ujar Iwan.
Bahkan, sebelum lulus, mereka wajib melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di perusahaan-perusahaan. Pengalaman itu adalah modal untuk mencari pekerjaan.
Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani mengatakan sudah memantau kondisi penambahan calon tenaga kerja di 2026 yang berpotensi menambah jumlah pengangguran di Kabupaten Nganjuk. “Kami terus fokus untuk mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Menurut Itsna, penyerapan tenaga kerja lulusan SMK adalah pekerjaan rumah (PR) yang sulit. Karena ternyata banyak lulusan yang memiliki jurusan tidak sesuai dengan mayoritas perusahaan di Kabupaten Nganjuk. Dari data milik Disnaker Nganjuk, mayoritas perusahaan di Kabupaten Nganjuk mencari lulusan dengan jurusan tata busana atau fashion design. “Pabrik-pabrik di Nganjuk mayoritas mencari lulusan SMK yang memiliki keterampilan menjahit,” tambahnya.
Perbedaan itu yang membuat sedikit lulusan SMK masuk ke bursa kerja. Namun untuk mengatasinya, Disnaker Nganjuk terus melakukan pelatihan. Mayoritas adalah pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Nganjuk. “Pelatihan-pelatihan dari Disnaker Nganjuk dapat jadi modal untuk bekerja di perusahaan,” tandas Itsna.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk, di tahun 2024, jumlah pengangguran 24.297 orang. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah di tahun depan. Karena jumlah calon tenaga kerja bertambah. Sedangkan, lowongan pekerjaan sedikit dan kondisi perekonomian yang belum baik.
Sementara itu, Nova Feriska, 17, siswi SMK swasta mengaku akan mencari pekerjaan di pabrik Nganjuk. Dia akan melamar setelah dinyatakan lulus dari SMK. “Saya ingin kerja di pabrik Nganjuk saja karena dekat dengan rumah,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi