Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Kota Angin Diguyur Hujan Siang dan Malam

Novanda Nirwana • Senin, 17 November 2025 | 19:30 WIB

Hujan mengguyur Kabupaten Nganjuk pada siang hingga malam hari.
Hujan mengguyur Kabupaten Nganjuk pada siang hingga malam hari.

Kabupaten Nganjuk Mulai Masuki Musim Penghujan  

Kabupaten Nganjuk telah memasuki musim penghujan. Berbeda dari prediksi, di tahun ini, musim penghujan datang lebih cepat. Yaitu sejak akhir Oktober. Alhasil, setiap hari, Kota Angin selalu diguyur hujan deras.

Musim penghujan di Kabupaten Nganjuk datang lebih cepat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk sempat memprediksi musim penghujan akan tiba awal hingga pertengahan November. Namun prediksi itu meleset. Musim penghujan tiba sejak akhir Oktober lalu. Membuat Kabupaten Nganjuk terus diguyur hujan setiap hari. Mulai dari siang hingga malam hari.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Sawahan Nganjuk, Setyaris, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Nganjuk tengah berada dalam periode aktif hujan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor meteorologis. “Siang hingga malam itu masih didominasi cuaca hujan. Selain karena kita memasuki musim penghujan, juga banyak gangguan cuaca yang membuat hujan melebihi intensitas normal,” ujarnya Yaris. 

SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN: Pelajar memakai payung saat hujan mulai turun. Hujan membuat pedagang kebingungan.
SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN: Pelajar memakai payung saat hujan mulai turun. Hujan membuat pedagang kebingungan.

Menurutnya, pola tekanan rendah dan siklon yang terbentuk di selatan Pulau Jawa turut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Nganjuk. “Saat ini ada pola siklon atau pola tekanan rendah di selatan Jawa, itu juga berpengaruh. Sehingga terdapat daerah konvergensi atau pertemuan angin serta daerah belokan angin yang menambah potensi hujan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yaris, fenomena atmosfer seperti MJO, gelombang ekuatorial, gelombang low frequency (LV), dan gangguan atmosfer lainnya juga ikut memperparah kondisi hujan di beberapa wilayah. Terkadang, gangguan tersebut datang bersamaan, kadang tidak. Sebab, memiliki siklus berbeda-beda.  “Namun secara umum, semuanya berkontribusi menambah intensitas hujan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng, dan kawasan perbukitan. “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di wilayah langganan bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : Karen Wibi
#musim penghujan #nganjuk