Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Warga Nganjuk Ini Bingung karena Mobil Tak Bisa Melintas

Karen Wibi • Selasa, 18 November 2025 | 19:49 WIB

AMBLES LAGI: Jalan di Desa Kedungpadang, Rejoso amblek lagi meski baru diperbaiki.
AMBLES LAGI: Jalan di Desa Kedungpadang, Rejoso amblek lagi meski baru diperbaiki.

Jalan Jintel-Kedungpadang di Kecamatan Rejoso Kembali Ambles

Perbaikan Jalan Desa Jintel-Kedungpadang di Kecamatan Rejoso belum genap satu tahun. Sayang, akhir pekan lalu, jalan satu-satunya yang menghubungkan dua desa itu kembali ambles. Membuat warga Desa Kedungpadang kebingungan.

KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

WARGA Desa Kedungpadang di Kecamatan Rejoso benar-benar pusing. Karena kini mereka terisolasi. Penyebabnya? Jalan Desa Jintel-Kedungpadang ambles. Padahal, kurang dari satu tahun, jalan tersebut sudah pernah diperbaiki.

Dari informasi yang dihimpun koran ini, pada 12 Mei lalu, jalan Desa Jintel-Kedungpadang ambles. Penyebabnya karena jalan yang tergerus air sungai. Setelah ambles, hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat jalan tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk lalu bergerak cepat. Perbaikan langsung dilakukan.

Dalam hitungan minggu saja jalan sudah kembali normal. Petugas membangun plengsengan di sisi timur jalan. Jalan yang sempat tergerus diisi kembali dengan batu dan tanah.

Namun hasil dari perbaikan jalan itu tidak bertahan lama. Karena kurang dari satu tahun, jalan Jintel-Kedungpadang kembali ambles. Penyebabnya sama. Jalan tergerus aliran sungai. Kini kondisi jalan tidak jauh berbeda saat ambles pada Mei lalu.

Akibat jalan ambles, warga kembali terisolasi. Hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat jalan tersebut. Hal itu tentu dikeluhkan oleh mayoritas warga. Salah satunya adalah Damiri, 50, warga Desa Kedungpadang, Kecamatan Rejoso. “Masak perbaikan belum satu tahun sudah rusak lagi,” keluhnya.

Keluhan Damiri bukan hanya karena jalan Jintel-Kedungpadang yang kini sulit dilalui. Namun karena perbaikan Pemkab Nganjuk yang tidak maksimal. Buktinya langsung terlihat. Kurang dari satu tahun, jalan tersebut kembali ambles. “Tolong kalau melakukan perbaikan yang serius,” tegasnya.

Beruntung, meski rusak, Damiri masih bisa melewati jalan tersebut menggunakan sepeda motor. Namun meski demikian pria yang bekerja sebagai petani itu merasa kasihan dengan warga Desa Kedungpadang yang memiliki kendaraan roda empat. Karena dipastikan mereka tidak bisa keluar desa. “Apalagi ini jalan satu-satunya bagi warga Desa Kedungpadang kalau mau ke kota,” imbuhnya sembari mengatakan dirinya selalu was-was ketika harus melewati jalan yang sedang ambles.

Kini, Damiri dan mayoritas warga memiliki satu permintaan. Yaitu perbaikan jalan Jintel-Kedungpadang. Namun bukan perbaikan yang asal-asalan. Melainkan perbaikan yang serius. Dengan tujuannya agar tidak ada lagi kejadian serupa. “Semoga tidak ada jalan ambles lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, pihaknya masih sedang melakukan asesmen. Dalam waktu dekat akan ada tindakan yang dilakukan oleh petugas. “Perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya. (tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #jalan rusak