Novanda Nirwana• Rabu, 19 November 2025 | 21:31 WIB
KECELE: Pengemudi dan pengendara sepeda motor harus memutar karena Jalan Godean ditutup total kemarin.
Proyek Perbaikan Wajib Rampung Akhir Tahun 2025
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penutupan Jalan Godean, KecamatanLoceret menuju arah Bajulan sejak Senin (10/11) membuat banyak pengguna jalan kecele. Meski rambu dan penjagaan dipasang, masih banyak yang mencoba menerobos hingga terpaksa putar balik karena mendapati ruas jalan sudah dicor.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Selasa (18/11), sejumlah pengendara motor maupun pengemudi berhenti mendadak setelah melihat portal penutupan.
Bahkan beberapa di antaranya tetap memaksa masuk sebelum akhirnya dihentikan petugas penjaga proyek.
Salah satu pekerja, Johanes, 30, warga Desa Godean mengatakan, penutupan total ini dilakukan untuk memastikan kualitas beton tetap awet. Namun, disiplin pengendara masih menjadi persoalan. “Masih banyak yang kecele, apalagi sini akses jalan utama tempat wisata,” jelasnya.
Menurut Johanes, seluruh jenis kendaraan dilarang melintas demi keamanan dan kelancaran proses pekerjaan. “Truk muatan nggak boleh, sepeda motor juga nggak boleh. Yang bisa lewat cuma gang kecil, biasanya warga sekitar sini,” ujarnya.
Dalam sepekan terakhir, Johanes mengatakan, masih banyak pengendara nekat mencoba menerobos. Mereka baru sadar saat sudah berada di tengah jalan yang sedang dikerjakan. “Seminggu ini masih banyak yang nerobos. Dari tengah ya balik lagi ke sini karena di sana sudah dicor. Banyak yang ngeyel,” keluhnya.
Pihak pekerja menerapkan penjagaan 24 jam untuk memastikan tidak ada kendaraan yang merusak permukaan cor yang masih basah. “Ini demi kebaikan bersama. Kalau dilanggar, hasil cor bisa rusak dan harus diperbaiki lagi,” ujar Johanes.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk Suharono mengatakan, saat ini jalan Godean Loceret ditutup total hingga pekerja proyek selesai. Ia berharap masyarakat bisa mematuhi rambu larangan yang sudah terpasang. (nov/tyo)