NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Nur Anggoro, 16, warga Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, kesakitan. Penyebabnya, jarinya bengkak. Karena cincin di jari manis Nur tidak bisa dilepas. Proses evakuasi dilakukan oleh personel Siaga 1 Pos Bantu Tanjunganom sekitar pukul 10.45 WIB. Saat Nur datang ke Pos Bantu Tanjunganom, petugas mendapati kondisi jari korban sudah membengkak. Sehingga, membuat cincin sulit digerakkan. Jenis cincin monel yang dikenal memiliki ketebalan dan kekuatan lebih tinggi memperparah situasi.
Petugas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melepaskan cincin tersebut. “Petugas sempat kesulitan karena cincin monel ini cukup tebal dan keras. Butuh kehati-hatian agar tidak melukai korban,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Setelah itu, tim menggunakan alat pemotong khusus yang memerlukan proses perlahan untuk menghindari panas berlebih yang bisa memperparah pembengkakan. Proses pemotongan dilakukan secara perlahan. Hampir satu jam petugas berjibaku hingga akhirnya cincin berhasil dilepaskan dengan aman.
Korban langsung mendapatkan penanganan awal untuk mengurangi bengkak. Tidak ada luka serius, namun petugas mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat memakai cincin. Saat sudah terlalu sempit, maka harus segera dilepas. “Jangan menunggu sampai jari bengkak,” ujar Imam. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi