Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Kapas Banjir Lagi dan Banjir Lagi

Karen Wibi • Sabtu, 22 November 2025 | 22:23 WIB

LANGGANAN BANJIR: Air Sungai Kapas meluap menggenangi puluhan rumah warga pada Kamis malam (20/11).
LANGGANAN BANJIR: Air Sungai Kapas meluap menggenangi puluhan rumah warga pada Kamis malam (20/11).

Puluhan Rumah Warga Tergenang Semalaman 

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Warga Kelurahan Kapas di Kecamatan Sukomoro kembali merasakan banjir. Hal itu terjadi Kamis malam (20/11). Air Sungai Kapas yang merupakan anak Sungai Kuncir, kembali meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam air. “Banjir kembali terjadi di Kelurahan Kapas,” keluh Agus Heru, 55, warga Kelurahan Kapas. 

Menurut Agus, Kelurahan Kapas menjadi langganan banjir setiap hujan deras. Pada Kamis sore (20/11), hujan mengguyur Kabupaten Nganjuk. Akibatnya, air sungai meluap. Dalam hitungan menit saja air meluber ke jalan. Selain menggenangi jalan, air juga membanjiri puluhan rumah milik warga.

Bahkan ketinggian air mencapai sekitar 20 hingga 30 centimeter (cm). “Warga jadi panik karena banjir sempat memakan korban jiwa sebelumnya,” tambahnya.

Puluhan kepala keluarga (KK) di KelurahanKapas langsung menyelamatkan diri. Mengamankan beberapa barang yang berharga. Beberapa diantaranya memilih untuk berjaga. Menunggu kemungkinan banjir lebih parah terjadi.

TANGGUL JEBOL: Warga dan perangkat Kelurahan Kapas gotong royong membangun tanggul yang jebol kemarin. Warga minta normalisasi sungai.
TANGGUL JEBOL: Warga dan perangkat Kelurahan Kapas gotong royong membangun tanggul yang jebol kemarin. Warga minta normalisasi sungai.

Ternyata benar. Setelah beberapa menit, banjir kian parah. Ternyata banjir yang terjadi di Kelurahan Kapas malam itu memiliki penyebabnya. Yaitu tanggul sungai yang ambrol. Tanggul dengan panjang sekitar dua meter itu hanyut tersapu air sungai. Alhasil air langsung menuju ke jalanan dan rumah-rumah. “Warga berjaga-jaga sampai malam. Banyak yang tidak tidur,” imbuhnya.

Banjir baru benar-benar mereda menjelang subuh. Hingga pagi harinya sudah tidak ada lagi air yang tersisa. Namun hal itu bukan berarti pekerjaan warga di Kelurahan Kapas usai. Masih ada pekerjaan rumah (PR) untuk menutup tanggul. Karena jika tidak, dipastikan banjir akan kembali terjadi.

Kerja bakti dilakukan pagi kemarin (21/11). Puluhan warga dibantu dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk melakukan kerja bakti. Tugasnya adalah menutup tanggul yang menjadi penyebab banjir.

Pekerjaan itu dilakukan sekitar empat jam. Puluhan warga mengisi lubang tanggul dengan sak yang diisi dengan pasir. Jumlahnya mencapai puluhan. Baru sekitar pukul 10.00 WIB pekerjaan rampung. “Semoga ada perbaikan dari pemerintah. Kasihan jika harus banjir setiap saat,” tandasnya.

Perlu diketahui Kelurahan Kapas sudah menjadi langganan banjir sejak belasan tahun lalu. Penyebabnya selalu sama, air dari sungai meluber hingga membanjiri rumah warga.

Harapan sempat muncul di awal masa kepemimpinan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro. Pada Maret 2025, keduanya berkunjung ke Kelurahan Kapas saat banjir. Kang Marhaen berjanji akan melakukan perbaikan. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada perbaikan dan normalisasi sungai yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. (wib/tyo)

Editor : Miko
#dinas pupr #banjir #nganjuk #kapas