BUPATI Nganjuk Marhaen Djumadi langsung merespons tentang enam siswa SDN Perning 3 yang bersekolah dengan menerjang jalan berlumpur di tengah hutan. Orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu berjanji akan segera membangun jalan penghubung Desa Perning ke Desa Pule. “Pemkab Nganjuk akan membangun jalan antara Desa Perning dan Pule,” ujar Marhaen.
Untuk memastikan kondisi jalan, Marhaen bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk langsung melakukan pengecekan jalan.
Hasilnya diketahui jalan tersebut adalah milik Perhutani. Alhasil, sejak puluhan tahun lalu, tidak pernah ada pembangunan jalan di lokasi. Sebagai gantinya masyarakat yang ingin berkunjung di antara kedua desa itu harus melalui hutan. Sedangkan pilihan kedua adalah melalui jalan memutar.
Kini, meski dimiliki Perhutani, Pemkab Nganjuk tetap berniat untuk membangun jalan. Saat ini Pemkab Nganjuk sedang bernegoisasi agar bisa melakukan pembangunan jalan. “Pemerintah harus hadir untuk masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Marhaen juga mengapresiasi semangat dari keenam siswa SDN Perning 3. Menurut Marhaen semangat keenam anak itu patut diacungi jempol. “Perjuangan mereka luar biasa. Berjam-jam melewati hutan hanya untuk bisa sekolah,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Miko