PROYEK ATASI BANJIR: Pekerja membangun Dam Kapas kemarin. Proyek senilai Rp 1,1 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD ) Kabupaten Nganjuk tersebut untuk mengatasi banji
Pembangunan Harus Selesai Bulan Depan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Banjir di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro tak boleh terulang. Untuk itu,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggerojok anggaran Rp 1,1 miliar untuk mengatasi masalah banjir. "Dana Rp 1,1 miliar itu untuk pembangunan dam Kapas dan perbaikan sungai," ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Ony Supriyono.
Saat ini, proses pembangunan Dam Kapas nyaris rampung. “Targetnya bulan depan harus selesai,” tandasnya kepada wartawan koran ini.
Perbaikan Dam Kapas itu dianggap efektif mencegah banjir di Kapas. Karena diketahui, sejak belasan tahun lalu, Kelurahan Kapas selalu menjadi langganan banjir.
Penyebabnya adalah luapan air di aliran Sungai Kuncir. Dipastikan, setiap hujan deras, air selalu meluber hingga membanjiri puluhan rumah warga. Bahkan kondisi kian parah ketika ada sisi sungai yang jebol.
Banjir terakhir terjadi pada Kamis (20/11). Hujan deras yang terjadi mulai siang hingga malam membuat air meluber. Hingga akhirnya membanjiri rumah milik warga.
LANGGANAN BANJIR: Anak-anak di Kelurahan Kapas, Sukomoro bermain air saat banjir melanda (20/11).
Bagi Ony, masalah tersebut tidak bisa dianggap enteng. Beruntung, di tahun ini, Kelurahan Kapas mendapat jatah perbaikan dam. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 1,1 miliar.
Proyek itu meliputi perbaikan Dam Kapas. Sebelumnya, di Dam Kapas, in take atau jalur keluar air tidak berfungsi normal. Alhasil debit air di sepanjang Sungai Kuncir di Kelurahan Kapas selalu meningkat dan meluber.
Untuk mengatasi masalah itu, petugas melakukan perbaikan pada dua jalur keluar air. Lokasinya pada sisi kanan dan kiri dam. “In take atau jalur air kami perbaiki. Harapannya agar air bisa diatur agar tidak meluap,” tambahnya.
Tidak hanya memperbaiki jalur air, petugas juga melakukan perbaikan di sepanjang jalur air. Tepian jalur air tersebut dibangun plengsengan. Harapannya agar tidak ada tepian sungai yang jebol.
Lalu kapan proyek tersebut selesai? Menanggapi masalah itu, Ony mengatakan perbaikan akan segera rampung. Proyek bernilai miliaran rupiah itu ditarget selesai pada akhir tahun. Setelah itu dam dapat digunakan secara maksimal.
Lebih lanjut, Ony berharap perbaikan dam dapat mengatasi masalah banjir. Selain itu perbaikan pada jalur air diharapkan dapat memberi pasokan air pada area pertanian di sekitar. “Mohon bersabar kepada masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Nurhadi, 47, meminta pemkab harus segera menyelesaikan persoalan banjir di Kapas. Karena banjir sangat berbahaya dan meresahkan warga. Bahkan, satu anak meninggal akibat banjir. "Harus segera diatasi banjir di Kelurahan Kapas," tandasnya. (wib/tyo)