NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Nganjuk tercatat belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) hingga kemarin (28/11). Dari total penerima BLTS sebanyak 47 ribu KPM, ada sekitar 20 ribu KPM yang belum mengambil. Kantor Pos masih membuka layanan selama tiga hari terakhir untuk memastikan seluruh penerima mendapatkan haknya.
Satgas BLTS Kantor Pos Nganjuk Asa Aturida mengatakan, sisa waktu pencairan difokuskan untuk melayani KPM yang belum datang sesuai jadwal. “Tiga hari terakhir ini memang khusus untuk orang-orang yang belum sempat mengambil pada jadwal awalnya,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan penyerapan, Kantor Pos juga melakukan layanan home visit bagi penerima yang sebelumnya sudah menyampaikan kendala kepada perangkat desa. “Untuk yang sakit, lumpuh, difabel dan ODGJ kami berikan layanan home visit,” jelas Asa.
Menurut Asa, mekanisme home visit dilakukan berdasarkan laporan resmi dari desa agar pendataan tetap valid. Sebelumnya pihak desa sudah memilah mana yang sakit, di luar kota, atau ada kendala lain.
“Sebelumnya mereka konfirmasi ke desa, kalau tidak bisa mengambil akhirnya kami catat,” katanya.
Terkait KPM yang sudah meninggal dunia, Asa menegaskan ada ketentuan khusus. “Kalau penerima meninggal, bantuannya bisa diambil keluarga yang satu KK. Tapi kalau KK tunggal dan tidak ada keluarga satu kartu keluarga, bantuan tidak bisa diambil,” terangnya.
Perlu diketahui, batas akhir pencairan adalah 30 November, yang jatuh pada hari Minggu. Meski begitu, pelayanan tetap dibuka penuh. “Hari Minggu kami tetap buka dan tetap melayani KPM yang ingin mengambil,” ujar Asa.
Untuk mempercepat informasi ke masyarakat, Kantor Pos telah mengirimkan imbauan melalui media sosial. selain itu, meneruskan informasi ke seluruh pemerintah desa. Warga yang belum mengambil BLT diimbau segera mendatangi kantor pos wilayah kecamatan masing-masing sebelum batas waktu berakhir. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi