Kabupaten Nganjuk memasuki musim hujan. Musim yang membuat para petani bawang merah pusing tujuh keliling. Alasannya satu, musim penghujan sering membuat bawang merah diserang hama dan penyakit. Jika telat penanganan, bawang merah akan mati. Selain itu, banjir juga bisa menenggelamkan tanaman brambang.
Kabupaten Nganjuk sudah masuk musim hujan saat ini. Bahkan, meski belum memasuki musim penghujan, hujan sudah tiba di Kota Angin sejak awal tahun. Bagi sebagian orang, hujan yang turun adalah berkah. Namun tidak bagi petani bawang merah di Nganjuk.
Bukan karena mereka tidak bersyukur. Melainkan hujan yang turun dengan intensitas tinggi bisa membawa petaka. Mulai dari banjir hingga penyakit yang menyerang bawang merah.
SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT: Petani menyemprot pestisida pada tanaman bawang merah saat musim hujan.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh petani bawang merah bernama Surtaji. Petani asal Desa Putren, Kecamatan Sukomoro mengaku hujan bisa saja membawa berkah dan petaka. Tergantung intensitas hujan yang turun. “Kalau hujannya pas ya berkah. Tidak perlu nyiram. Kalau hujannya deras ya jadi bingung,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Surtaji menjelaskan, bawang merah adalah tanaman yang manja. Tanaman andalan dari Kabupaten Nganjuk itu menuntut perawatan setiap hari. Salah satunya adalah proses penyiraman. Namun penyiraman harus dilakukan dengan waktu dan intesitas yang pas. Nah, selama musim penghujan, air yang turun cenderung berlebihan. Alhasil banyak tanaman yang akhirnya terserang penyakit.
Setidaknya ada tiga penyakit yang sering menyerang bawang merah selama musim penghujan. Mulai dari layu fusarium, bercak ungu, hingga embun bulu. Dari ketiga penyakit itu, layu fusarium menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan. “Kalau sudah layu, menguning, dan daunnya kriting, mayoritas pasti busuk dan mati,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Pertanian (Perlintan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Agus Yuni Purwanto mengatakan bawang merah memang termasuk pada tanaman yang butuh perawatan ekstra. “Agar panen maksimal, bawang merah memang butuh perawatan yang ekstra. Tidak seperti tanaman pertanian lainnya,” ujarnya. (wib/tyo)