Novanda Nirwana• Selasa, 2 Desember 2025 | 02:01 WIB
DIPERPANJANG: Penerima BLTS Kesra saat mencairkan bantuan di Kantor Pos. Pencairan BLTS diperpanjang.
Kantor Pos Akan Home Visit ke KPM yang Sakit Keras
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kantor Pos Nganjuk resmi memperpanjang masa pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Semula dijadwalkan berakhir pada 30 November, kini batas waktu pencairan diperpanjang hingga 7 Desember 2025. Hal itu berlaku bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum sempat mencairkan BLTS.
Executive Manager Kantor Pos Nganjuk Muhammad Ulinnuha Abdurrazaq, mengatakan, perpanjangan berlaku untuk semua KPM yang belum mengambil haknya.“Info terakhir ada perpanjangan waktu sampai 7 Desember untuk yang belum mengambil,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pengambilan dilakukan sesuai kantor pos kecamatan domisili. Seluruh kantor cabang pembantu (KCP) telah kembali disiagakan untuk melanjutkan pelayanan sampai batas akhir. "Untuk yang belum ambil bisa segera ke kantor pos cabang terdekat dikecamatan masing-masing," paparnya.
Selain membuka layanan reguler, Kantor Pos juga mengaktifkan layanan home visit atau kunjungan langsung ke rumah KPM yang benar-benar tidak bisa mengambil.“Untuk penerima yang sakit, lansia tanpa pendamping, atau sudah konfirmasi ke pihak desa bahwa tidak bisa datang, kami lakukan home visit,” ungkap Nuha.
Mekanisme ini dilakukan berdasarkan data resmi yang disampaikan pemerintah desa agar penyaluran tetap tepat sasaran.
Informasi perpanjangan waktu dan mekanisme layanan tambahan tersebut sudah disebarkan melalui kanal media sosial Kantor Pos serta diteruskan ke seluruh pemerintah desa. Masyarakat diminta segera memanfaatkan kesempatan ini agar tidak terjadi penumpukan menjelang hari terakhir.
Kantor Pos berupaya memastikan seluruh KPM dapat menerima BLTS, baik melalui layanan di kantor pos kecamatan maupun melalui home visit bagi mereka yang memiliki hambatan fisik atau kondisi tertentu.
Petugas di seluruh cabang kecamatan telah disiagakan penuh hingga masa pencairan berakhir. Warga diimbau tidak menunggu hingga hari terakhir untuk menghindari antrean dan memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu. (nov/tyo)