NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga yang mengambil Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kantor Pos Nganjuk sepi kemarin. Padahal, dana BLTS Kesra yang belum dicairkan mencapai miliaran rupiah. Tepatnya, Rp 5,11 miliar. Jika hingga batas akhir pencairan belum dicairkan maka dana miliaran rupiah itu terancam harus.
Perlu diketahui, total ada 68.504 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerima BLTS. Hingga kemarin (1/12) tercatat 62.818 KPM telah melakukan pencairan. Artinya, masih ada 5.686 KPM yang belum mengambil haknya.
Executive Manager Kantor Pos Nganjuk Muhammad Ulinnuha Abdurrazaq mengatakan, kondisi layanan mulai lenggang. Pihaknya pun tidak membuka loket tambahan seperti pekan lalu. “Kami akan menyisir yang belum ambil,” ujarnya.
Kantor Pos Nganjuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk menghubungi warga yang belum hadir. Bahkan, layanan home visit tetap digencarkan bagi KPM yang tidak memungkinkan datang langsung, seperti lansia, sakit, atau penyandang disabilitas
Namun demikian, jika hingga batas penyaluran berakhir ribuan KPM tersebut belum juga mengambil bantuan, dana BLT yang mencapai lebih dari Rp 5,1 miliar itu otomatis tidak bisa dicairkan.“Kami sudah sampaikan ke desa agar segera mengimbau warganya. Yang membutuhkan visit juga kami layani,” tambah Nuha.
Kantor pos mengingatkan KPM agar memanfaatkan masa penyaluran yang tersisa. Hal ini untuk menghindari hangusnya bantuan yang semestinya bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi