Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Tunjangan Profesi Guru Kena Cut

Karen Wibi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 00:32 WIB

Efisiensi Sasar Delapan Pos Anggaran di 2026
Efisiensi Sasar Delapan Pos Anggaran di 2026

Efisiensi Sasar Delapan Pos Anggaran di 2026

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan guru di Kabupaten Nganjuk harus mengencangkan ikat pinggang tahun depan. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk berencana memangkas tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru (TPG) mulai 2026. “Tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru masuk daftar delapan pos anggaran yang kena efisiensi,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini, kemarin. 

Lalu berapa pemangkasan TPG? Dyah mengaku belum menentukan. Karena saat ini masih dibahas intensif untuk besaran pemangkasan TPG. Yang, jelas mulai tahun depan, akan ada pengurangan TPG untuk guru-guru di Kabupaten Nganjuk. Selain pengeprasan anggaran TPG, Dyah mengatakan, ada tujuh pos anggaran yang kena pangkas. Yaitu, pos anggaran makan dan minum rapat; alat tulis kantor (ATK); kegiatan seremonial; perjalanan dinas; penggunaan listrik, hibah dan bantuan sosial (bansos), serta dana desa. Delapan pos anggaran itu terpaksa dikurangi atau dikepras karena adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. 

Lebih lanjut, Dyah berharap, seluruh pihak yang terdampak efisiensi bisa memaklumi. Karena tahun depan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk turun Rp 520 miliar. Hal ini setelah pemerintah pusat berencana mengurangi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 270 miliar. Sehingga, APBD Nganjuk tahun 2026 hanya Rp 2,52 trilun. Padahal, APBD Nganjuk tahun ini mencapai Rp 3,2 triliun. 

Untuk proyek fisik, Dyah mengatakan, di 2026 tidak ada pengeprasan. Namun demikian, proyek fisik yang dikerjakan tidak dalam skala besar. Hanya, perbaikan jalan, saluran air, dan trotoar. 

Sementara itu, Nu, salah satu guru di Kabupaten Nganjuk mengaku sudah mendengar adanya kabar pemangkasan TPG. “Kabarnya memang ada pengurangan untuk TPG,” ujarnya. 

Namun demikian, Nu mengatakan, kabar tersebut masih sebatas kabar. Belum ada pengumuman resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Guru-guru juga belum mengetahui berapa besarnya pengurangan TPG. “Mudah-mudahan pengurangan TPG tidak terlalu banyak. Karena kami sangat membutuhkan TPG itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya.

Untuk tahun ini, Nu mengatakan, TPG masih diterima utuh. Belum ada pengurangan. Sehingga, tidak ada gejolak di guru-guru. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#guru #tunjangan profesi #nganjuk #efisiensi