NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Kabupaten Nganjuk waswas. Penyebabnya, beberapa daerah di Indonesia mengalami banjir. Terbaru, Kota Malang diterjang banjir pada Kamis (4/12). Apalagi, hujan deras hampir setiap hari mengguyur Kota Angin. “Waswas Nganjuk kebanjiran,” ujar Sujatmiko, 37, warga Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro.
Cuaca ekstrem dan pengalaman Nganjuk kebanjiran membuat warga Kota Angin semakin deg-degan. Saat hujan deras mengguyur, mereka tidak ada yang berani tidur.
Apalagi, Kelurahan Kapas juga sering mengalami banjir. “Mudah-mudahan tidak terjadi banjir lagi,” harap bapak dua anak ini.
Sementara itu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Sawahan Nganjuk, Setyaris menjelaskan, Kota Angin akan diguyur hujan minggu ini. Ini karena adanya gangguan atmosfer mulai masuk ke wilayah Nganjuk seperti MCU, ekuatorial Rossby, Kelvin, hingga low frequency. “Diprediksi minggu ini intensitas hujan mulai meningkat,” jelasnya
Sebenarnya, awal Desember sudah menunjukkan ciri khas musim hujan, dengan hujan disertai angin. Menurut Yaris, fenomena ini wajar terjadi setelah beberapa hari tanpa hujan (break season). “Wilayah tropis seperti Indonesia memang seperti itu. Saat musim hujan lalu ada break season beberapa hari, potensi hujan pertama kali biasanya disertai angin kencang dan petir,” tuturnya.
Yaris mengungkapkan, selama break season, permukaan tanah yang sebelumnya basah menjadi lebih cepat menyerap panas matahari. Proses pemanasan ini mengangkat banyak uap air ke atmosfer. “Awan yang terbentuk adalah awan konvektif, yakni awan yang menjulang tinggi dan berpotensi membawa hujan deras, angin kencang, dan petir,” katanya.
Yaris mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati. Sebab jika beberapa hari tanpa hujan, kerap kali hujan pertama kali disertai dengan angin kencang. “Kalau musim hujan kemudian beberapa hari tidak hujan, itu biasanya hujan berikutnya mengandung petir dan angin kencang. Jadi patut diwaspadai,” imbuhnya.
BMKG juga mencatat pola angin yang mempengaruhi waktu turun hujan. Saat ini angin selatan masih sedikit dominan dibanding angin utara. Sehingga, hujan lebih sering terjadi di siang menjelang sore dan malam hari.
Pihaknya mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, khususnya pada pekan ini. Warga diharapkan memastikan kondisi rumah aman, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan petir, serta mewaspadai banjir.
Pemkab Nganjuk juga mengantisipasi ancaman banjir. Perbaikan saluran air atau gorong-gorong dikebut. Semua proyek fisik yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun 2025 ditarget harus selesai akhir tahun ini. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi