Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Gandeng PKL untuk Hidupkan SFF

Novanda Nirwana • Senin, 8 Desember 2025 | 22:19 WIB

KEMBALI MENGGELIAT: Pengunjung Slumbung Food Festival (SFF) menikmati jajanan saat malam hari.
KEMBALI MENGGELIAT: Pengunjung Slumbung Food Festival (SFF) menikmati jajanan saat malam hari.

Upaya Pemkab Nganjuk Tingkatkan Perekonomian di KEN  

Slumbung Food Festival (SFF) di Jalan Ahmad Yani hidup kembali. Aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk itu kembali beroperasi per 6 Desember kemarin. Dengan total belasan penjual makanan dan minuman yang siap meramaikan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) itu.

SLUMBUNG Food Festival pernah menjadi jujugan masyarakat di Kota Angin yang ingin berwisata. Sejak dibuka pada 2023 lalu, SFF langsung menjadi favorit masyarakat. Sayangnya kondisi itu tidak bertahan lama. Kurang dari satu pengunjung di SFF turun.

KOMPLET: Anak-anak memancing dengan ditemani orang tuanya di Slumbung Food Festival.
KOMPLET: Anak-anak memancing dengan ditemani orang tuanya di Slumbung Food Festival.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk lalu bekerjasama dengan pihak ketiga. Sayangnya kesepakatan itu tidak bertahan lama. SFF ditutup sebelum waktu kontrak habis. Alasannya karena pengunjung SFF yang terus menurun.

Kini SFF hidup kembali. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa pembukaan SFF kemarin (6/12) malam.  “Sudah ada kesepakatan dengan pihak ketiga, yaitu paguyuban PKL untuk mengelola Slumbung Food Festival,” ujarnya.

KEKINIAN: Stan di Slumbung Food Festival menarik perhatian pengunjung Kawasan Ekonomi Nganjuk.
KEKINIAN: Stan di Slumbung Food Festival menarik perhatian pengunjung Kawasan Ekonomi Nganjuk.

Ke depan, pengelolaan SFF akan dilakukan bersama oleh Pemkab melalui Disporabudpar Nganjuk dan paguyuban PKL. Pemerintah berharap kawasan kuliner tersebut kembali ramai dan menjadi ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.

“Masyarakat yang ingin berwisata di Jalan Ahmad Yani bisa mengunjungi SFF,” tambahnya. (nov/wib)

 

Editor : Karen Wibi
#kuliner #nganjuk