SLUMBUNG Food Festival (SFF) di Jalan Ahmad Yani pernah ditinggal penyewa. Dulu, di tahun 2023, SFF pernah ramai. Namun kurang dari satu tahun, satu per satu penyewa pergi. Tidak ada pedagang yang berminat.
Namun kondisi itu kini berubah. Setelah kembali buka kemarin (6/12), kios di SFF telah banyak disewa. Bahkan belasan kios yang ada di SFF sudah ludes tersewa semuanya.
Bayu Permadi, 20, penjual jus buah asal Kecamatan Loceret, menjadi salah satu tenant terakhir yang mendapat lapak. Dia menempati kios berukuran sekitar 2,5 meter persegi dengan biaya sewa Rp 2,5 juta untuk lima tahun. “Sebenarnya ini sudah dipesan orang lain, tapi mungkin nggak jadi. Akhirnya saya dapat,” ujarnya.
Sejak dibuka kembali akhir pekan lalu, lapaknya cukup ramai didatangi pembeli. “Beberapa hari ini ya lumayan ramai. Harapannya tambah ramai ya,” katanya sembari mengatakan pengunjung di SFF didominasi anak-anak.
Menurut Bayu, saat ini terdapat sekitar 19 tenant di kawasan itu. Seluruh lapak sudah penuh, namun beberapa masih belum terisi karena tenant belum siap beroperasi.
Tak hanya kuliner, area permainan anak juga mulai menjadi daya tarik. Totok Agung, 26, penjual mainan asal Jawa Tengah, mengaku baru pertama kali membuka lapak di SFF. Di Nganjuk, Totok sudah cukup lama tinggal dan kini memilih fokus menjual aneka mainan anak. “Rencananya nanti tambah lagi, ada mewarnai, pasir-pasiran juga,” ujarnya.
Totok menyewa lapak dengan tarif Rp 3 juta untuk masa sewa berikutnya. Selain itu, ada biaya kebersihan harian. “Baru buka Sabtu kemarin, ramai enggaknya belum pasti. Ya namanya juga nyoba,” ungkapnya.
Meski begitu, ia melihat antusiasme warga mulai tumbuh. Ia berharap, setiap haru bertambah ramai, hingga bisa menarik wisatawan datang ke Nganjuk. (nov/wib)
Editor : Karen Wibi