WARGA di Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor memiliki alasan mengapa gemar berburu enthung jati. Bukan hanya karena rasanya yang enak, melainkan juga karena enthung dipercaya membawa banyak khasiat.
Kamisan, 56, warga setempat mengatakan warga percaya enthung jati membawa banyak khasiat. Salah satunya adalah menyembuhkan penyakit pernafasan. “Enthung itu gizinya banyak. Bisa buat penyakit pernafasan,” ujarnya. Biasanya enthung tersebut dimasak dengan cara sederhana. Setelah dicuci bersih, enthung akan dioseng dengan berbagai macam bumbu. Mulai dari bawang merah, putih, garam, dan bumbu masak lainnya.“Cuma dioseng-oseng saja sudah enak,” tambahnya.
Namun ternyata enthung tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Ada beberapa orang yang alergi dengan enthung. Biasanya, kata Kamisan, ada orang-orang yang mengalami biduran setelah memakan kepompong dari ngengat itu. “Kalau sudah pernah biduran mending tidak makan lagi,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk I Ketut Wijadi mengatakan, enthung memang jadi pilihan lauk makanan di beberapa daerah. Salah satunya di Dusun Kepuhtelu dan sekitarnya.
Namun ada satu hal yang harus diperhatikan. Yaitu cara memasak enthung. Diimbau masyarakat yang ingin memasak enthung harus menggunakan alat dan bahan-bahan yang benar-benar bersih. Ditambah masyarakat yang alergi diimbau untuk tidak memakannya. “Enthung itu termasuk makanan tinggi protein. Bisa membuat efek alergi bagi sebagian orang,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi