Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Lulusan ITS Transmigrasi ke Sulawesi Barat

Novanda Nirwana • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:30 WIB

PAMIT: Adam sekeluarga pamit ke Bupati Marhaen Djumadi dan Kepala Disnaker Itsna sebelum berangkat transmigrasi ke Sulawesi.
PAMIT: Adam sekeluarga pamit ke Bupati Marhaen Djumadi dan Kepala Disnaker Itsna sebelum berangkat transmigrasi ke Sulawesi.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Adam Gumelar Sucipto, 31, warga Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom memilih bertransmigrasi ke Sulawesi Barat. Lulusan D4 Teknik Elektro ITS Surabaya ini mengajak istri dan anaknya berpamitan ke Bupati Marhaen Djumadi kemarin. Ditemui di Ruang Pringgitan Pemkab Nganjuk, Kang Marhaen memberikan pesan, motivasi sekaligus dan uang saku sebesar Rp 10 juta kepada Adam.

Marhaen mengatakan, keberhasilan transmigran sangat ditentukan oleh kekuatan mental dan dukungan keluarga. “Yang paling penting keluarga mendukung,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kesiapan emosional menjadi kunci utama. Terutama ketika tinggal jauh dari lingkungan asal. Sebab, jauh dari keluarga, pengendalian emosi paling penting. 

Menurut Marhaen, transmigran harus siap menghadapi tekanan dan tantangan. “Mengeluh itu risiko. Nggak ada orang sukses itu enak-enak. Pengalaman orang sukses itu perjuangannya luar biasa,” tegasnya.

Adam saat mendapat wejangan dari Bupati Marhaen Djumadi.
Adam saat mendapat wejangan dari Bupati Marhaen Djumadi.

Tidak hanya soal mental, Marhaen juga memberi wejangan tentang strategi bertahan hidup dan membangun ekonomi di daerah baru. Ia meminta Adam untuk tidak pilih-pilih pekerjaan. “Kerja apa saja yang penting menghasilkan,” pesannya.

Ia juga mendorong agar transmigran berani memiliki banyak sumber pendapatan. Menghasilkan dari berbagai sumber. Meskipun kecil, kalau dikumpulkan bisa jadi besar. “Di luar daerah itu harus cari banyak sumber pendapatan. Misal ada 10, kalau satu mati masih ada sembilan,” jelasnya.

Sementara itu, Adam yang merupakan lulusan D4 Teknik Elektro ITS Surabaya mengaku siap transmigrasi bersama keluarganya. Ia menyebut program transmigrasi kini telah berkembang. Tidak lagi identik dengan warga kurang mampu. “Transmigrasi sudah bertransformasi. Ada transmigrasi patriot untuk mereka yang pendidikan S2 dan membantu membangun daerah. Saya ikut yang reguler, bidang pembangunan daerah,” jelasnya.

Adam berharap, dapat memulai kehidupan baru yang lebih produktif di Sulawesi Barat. “Anak istri saya ikut saya boyong ke sana juga,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#sulawesi barat #nganjuk #transmigrasi