NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tahun Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu harap-harap cemas. Karena hingga kemarin (8/12) belum ada kepastian tentang jadwal pelantikan PPPK paruh waktu.
NU, salah satu calon PPPK paruh waktu itu mengatakan, masih menunggu jadwal pelantikan dirinya bersama ribuan calon PPPK paruh waktu lainnya. “Sampai sekarang masih menunggu jadwal pelantikan,” ujarnya.
NU mengatakan, dari informasi terakhir, pelantikan akan segera dilakukan. Namun hingga minggu kedua di Desember, belum ada kepastian kapan dirinya akan segera dilantik.
Tentu hal itu membuat NU bersama tenaga honorer lainnya waswas.
Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk segera mengambil keputusan. Terlebih tentang jadwal pelantikan PPPK paruh waktu. “Semoga segera ada jadwal untuk pelantikan,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan kepada calon PPPK paruh waktu untuk tidak risau. Karena mereka akan segera dilantik dalam waktu dekat. Targetnya pelantikan akan dilakukan di bulan ini.“Targetnya pelantikan tetap di Desember,” ujarnya.
Agus mengatakan pelantikan kemungkinan akan dilakukan di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Nganjuk. Nantinya seluruh tenaga honorer berjumlah 2.247 akan dilantik dalam waktu yang bebarengan. “Rencana awal pelantikan akan dilakukan di Pendapa KRT Sosroekoemo. Tapi jika ada perubahan akan diumumkan kembali,” tambahnya.
Sementara itu, hingga kemarin (8/12) proses pengurusan surat keputusan (SK) PPPK paruh waktu terus dikebut. Seluruh SK PPPK paruh waktu sedang ditandatangani oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Ditarget proses penandatanganan SK dapat rampung di akhir pekan nanti.
Seperti diberitakan sebelumnya, BKPSDM Nganjuk mengusulkan tenaga honorer untuk menjadi PPPK paruh waktu. Jumlah total tenaga honorer yang diusulkan sebanyak 2.249 orang. Mereka adalah tenaga honorer yang mengikuti tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di tahun 2024 dan 2025. Namun, ada dua tenaga honorer yang memilih mundur. Sehingga, hanya 2.247 tenaga honorer yang diusulkan mendapat NI PPPK paruh waktu. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi