Solar Langka Jelang Nataru, Sopir Truk Terpaksa Ngetem di SPBU
Karen Wibi• Kamis, 11 Desember 2025 | 13:30 WIB
LANGKA LAGI: Stok solar di SPBU Loceret kosong kemarin siang. Kelangkaan ini membuat sopir truk harus menunggu pasokan solar datang di halaman SPBU dan tepi jalan raya.
Sopir Truk Pilih Ngetem di SPBU
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sopir angkutan barang di Kabupaten Nganjuk sedang gigit jari. Penyebabnya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang mengalami kelangkaan di beberapa SPBU. Akibatnya, mereka harus memilih untuk “ngetem” hingga bahan bakar tiba.
Dari pantauan koran ini, kelangkaan BBM jenis solar subsidi dan non-subsidi terjadi di beberapa SPBU di Kabupaten Nganjuk.
Seperti di SPBU yang berada di Kelurahan Werungotok dan Kelurahan Kauman di Kecamatan Nganjuk. Lalu, SPBU yang berada di Desa Morobau dan Desa Sekarputih yang berada Kecamatan Bagor. Ditambah dengan SPBU yang berada di Desa/Kecamatan Loceret.
Kelima SPBU tersebut mengalami kelangkaan BBM sejak beberapa hari yang lalu. Sejak beberapa hari itu juga kelima SPBU tersebut memasang papan tulisan jika BBM sedang dalam pengiriman. “Di sepanjang jalan Surabaya-Solo mulai langka. Salah satunya di Kabupaten Nganjuk,” terang Suhadi, 50, salah satu sopir asal Kabupaten Madiun kepada wartawan koran ini.
Suhadi mengatakan, sejak minggu lalu, solar di Kabupaten Nganjuk mengalami kelangkaan. Kelangkaan terparah terjadi di beberapa SPBU yang berada di sepanjang jalan raya Surabaya-Solo. Kelangkaan juga terjadi di sepanjang Jalan Raya Nganjuk-Kediri.
TUNGGU SOLAR: Sopir truk dan pikap parkir di tepi jalan raya dekat SPBU Werungotok karena stok solar kosong.
Tentu, peristiwa tersebut membuat para sopir pusing tujuh keliling. Karena mau tidak mau mereka harus menunggu kiriman solar sebelum melanjutkan perjalanan. Lalu bagaimana jika solar tidak ada? Menanggapi pertanyaan itu, Suhadi bersama puluhan sopir lain sering memilih untuk “ngetem” atau menunggu di SPBU selama solar tidak ada. “Kalau solar sudah nipis ya mau tidak mau harus berhenti dulu,” tambahnya.
Nantinya, selama ngetem, para sopir akan saling berbalas pesan di handphone. Tujuannya adalah memberi informasi SPBU mana yang sedang memiliki solar. Baru setelah itu mereka akan menuju ke SPBU tersebut untuk melanjutkan perjalanan. “Kalau tidak ada informasi itu ya tidak berani berangkat. Takutnya solar habis di tengah jalan,” imbuhnya.
Sementara itu, pemandangan truk yang sedang “ngetem” banyak ditemui di sekitar SPBU Werungotok yang ada di Kecamatan Nganjuk. Kemarin (10/12), belasan truk tersebut berhenti di tepi jalan. Mereka sedang menunggu solar sembari beristirahat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan bahwa penyaluran di lapangan tetap sesuai kuota dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. “Stok Biosolar di SPBU wilayah Nganjuk ada dan tersedia. Jika terdapat SPBU yang kosong, statusnya sedang dalam proses pengiriman,” ujar Ahad.
Untuk pengiriman BBM subsidi ke SPBU di Nganjuk dilakukan mengikuti kuota yang telah ditetapkan. Di triwulan IV, Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Kediri juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai pengalihan kuota Biosolar antar lembaga penyalur. Selain itu, Pertamina melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pembelian Biosolar untuk kebutuhan di luar kendaraan bermotor wajib menggunakan surat rekomendasi mencegah potensi isu menjelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. (wib/tyo)