NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menangani masalah kelangkaan solar di Kota Angin.
Kemarin (11/12), petugas disperindag melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa SPBU di Kabupaten Nganjuk. “Kami dapat informasi solar langka. Jadi, langsung sidak,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih.
Kemarin (11/12), total ada tiga SPBU yang didatangi. Mulai dari SPBU Candirejo dan Patihan di Kecamatan Loceret. Lalu SPBU Pace yang ada di Kecamatan Pace.
Hasilnya, dari ketiga SPBU tersebut, ketersediaan solar masih aman. “Tiga SPBU tersebut memiliki stok solar bagi pemilik kendaraan,” ujar Handariningsih.
Handariningsih mengatakan, ketersediaan solar di Kabupaten Nganjuk masih aman. Dirinya juga mengimbau kepada pemilik kendaraan untuk tidak panik saat mencari solar di Kabupaten Nganjuk. “Ketersediaan solar aman. Mungkin SPBU yang kosong karena sedang dalam pengiriman,” imbuhnya.
Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan stok untuk solar di Kabupaten Nganjuk masih aman.
Dirinya merinci, hingga triwulan keempat tahun 2025, realisasi penyaluran biosolar subsidi di Kabupaten Nganjuk mencapai 51 ribu kiloliter atau 94 persen dari total kuota di tahun 2025. “Pertamina memastikan stok BBM subsidi di Kabupaten Nganjuk cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Ahad, Pertamina juga terus memperketat proses penyaluran BBM subsidi. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan potensi penyelewengan oleh tiga yang tidak tidak berhak. “Semoga langkah ini distribusi berjalan lancar dan situasi segera kembali normal,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Miko