Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Harga Brambang Anjlok Jelang Nataru

Novanda Nirwana • Selasa, 16 Desember 2025 | 01:46 WIB

BEBAN BERAT: Pedagang memikul brambang di Pasar Sukomoro kemarin. Harga bawang merah anjlok menjadi Rp 25 ribu per kilogram karena stok melimpah di pasar.
BEBAN BERAT: Pedagang memikul brambang di Pasar Sukomoro kemarin. Harga bawang merah anjlok menjadi Rp 25 ribu per kilogram karena stok melimpah di pasar.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Harga brambang di Pasar Sukomoro, anjlok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Anjloknya harga ini dipicu melimpahnya pasokan bawang merah dari petani lokal yang memasuki masa panen raya.

Pantauan di Pasar Sukomoro, harga brambang yang sebelumnya masih bertahan di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 25 ribu. Penurunan harga ini terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu pedagang brambang di Pasar Sukomoro, Mursini, 50, mengaku harga brambang terus mengalami penurunan. “Sekarang harga brambang Rp 25 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga masih Rp 30 ribu” ujarnya.

Menurut perempuan asal Desa Ngrami, Kecamatan Sukomoro itu, anjloknya harga disebabkan banyaknya hasil panen petani yang masuk ke pasar. Pasokan brambang mayoritas berasal dari wilayah Nganjuk sendiri.  “Memang banyak yang panen, makanya harga turun,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Paisri, 70. Ia menyebut turunnya harga brambang merupakan dampak langsung dari panen serentak di sejumlah wilayah sentra produksi.  “Memang waktunya panen, makanya murah. Di Nggondang, Ngadiboyo juga panen semua,” katanya.

Paisri membandingkan kondisi tahun ini dengan tahun lalu. Menurutnya, harga brambang jelang akhir tahun kali ini jauh lebih rendah.  “Tahun lalu justru mahal sampai Rp 35 ribu. Tahun ini malah anjlok,” ujarnya.

Ia merinci, harga brambang basah saat ini berada di kisaran Rp 26 ribu per kilogram. Sedangkan, brambang kering Rp 27 ribu per kilogram. Penurunan tersebut terjadi dalam dua hari terakhir.  “Sebelumnya Rp 35 ribu, dua hari ini langsung anjlok,” pungkasnya.

Meski harga turun, para pedagang menilai kualitas brambang lokal masih cukup baik dan diminati pembeli, terutama menjelang kebutuhan konsumsi rumah tangga saat Nataru. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#bawang merah #nganjuk #harga bawang merah