PROSES PEMBANGUNAN: Pekerja membangun Koperasi Merah Putih di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk kemarin. Satu KMP mendapat alokasi dana Rp 3 miliar untuk bangunan dan modal.
Dana dari Pusat untuk Bangun Gerai dan Modal
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Republik Indonesia (RI) tidak tanggung-tanggung dalam menangani proyek Koperasi Merah Putih (KMP). Salah satunya dari anggaran yang dikeluarkan. Total pemerintah pusat menggerojok anggaran hingga Rp 3 miliar.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Nganjuk Cuk Widiyanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Mashuri mengatakan, pemerintah pusat memberikan masing-masing Rp 3 miliar untuk KMP. “Anggarannya mencapai Rp 3 miliar. Diberikan tiap-tiap KMP,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Mashuri menjelaskan, pada peraturan awal, anggaran Rp 3 miliar digunakan untuk modal usaha. Namun kini berbeda, sejak bulan lalu, ada peraturan baru yang diberikan oleh pemerintah pusat. Anggaran Rp 3 miliar tersebut dapat digunakan untuk berbagai hal. Salah satunya adalah untuk pembangunan gerai.
Tidak tanggung-tanggung, pembangunan gerai KMP itu diberi anggaran antara 40 hingga 50 persen dari total Rp 3 miliar. Tergantung dengan kondisi daerah masing-masing. Artinya, di Nganjuk, tiap-tiap gerai mendapat sekitar Rp 1,5 miliar hanya untuk pembangunan gerak.
Sedangkan, sisanya dapat digunakan untuk beberapa hal lain. Salah satunya untuk pembelian alat sarana dan prasarana (sarpras). Nantinya anggaran untuk sarpras ditafsir mencapai Rp 500 juta. Sedangkan, sisanya untuk operasional dan modal usaha. “Gerai KMP akan dibuat seperti toko modern yang banyak ditemui di Kabupaten Nganjuk,” tambahnya.
Anggaran besar yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat itu bukan tanpa sebab. Karena menuru Marshuri, pemerintah pusat sangat ambisius dalam melakukan pembangunan KMP. Bahkan, di Nganjuk, total ada 284 KMP yang akan dibangun. Nantinya pembangunan seluruh gerai KMP itu akan dilakukan secara bertahap. Di Desember ini total ada 20 gerai yang siap untuk beroperasi. Lalu, terus bertambah hingga seluruhnya terbangun pada Maret 2026. (wib/tyo)