PROYEK PUSAT: Pekerja membangun Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk. Luas KMP harus 1.000 meter persegi.
Pembangunan dan Modal Telan Anggaran Rp 3 Miliar
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Nganjuk tidak bisa dibangun sembarangan. Karena ada syarat khusus yang harus dipenuhi oleh setiap kelurahan atau desa. Salah satunya adalah lahan seluas 1.000 meter persegi.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Nganjuk Cuk Widiyanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Mashuri mengatakan, gerai KMP tidak boleh dibuat secara sembarangan. “Ada standar khusus yang harus dipenuhi,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Mashuri menjelaskan, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi dalam pembangunan gerai. Salah satunya adalah luas lahan mencapai 1.000 meter persegi. Syarat itu diberikan bukan tanpa alasan. Menurut Mashuri, gerai KMP akan dibangun seperti toko modern. Nantinya, seluruh KMP di Indonesia akan memiliki bentuk yang sama.
Lahan seluas 1.000 meter persegi itu bisa didapat dari aset negara. Salah satunya milik desa. Di Kabupaten Nganjuk, mayoritas aset yang diberikan berasal dari bengkok milik perangkat desa.
Selain itu, aset milik pemerintah daerah juga bisa digunakan untuk pembangunan KMP. Mulai dari aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Semua aset milik negara bisa digunakan untuk pembangunan KMP,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan syarat lainnya. Seperti KMP yang wajib dibangun di tepi jalan umum. Alasannya agar KMP nudah diakses oleh masyarakat. Terakhir KMP harus dibangun di daerah yang sudah teraliri listrik. “Tiga syarat itu wajib dipenuhi untuk pembangunan KMP,” tandasnya.
Sementara itu, saat ini, proyek pembangunan KMP terus dikebut di Kabupaten Nganjuk. Setidaknya ada 20 KMP yang ditarget mulai beroperasi di bulan ini. Salah satunya berada di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk.
Selain 20 gerai itu, nantinya KMP akan dibangun di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Nganjuk. Totalnya mencapai 284 gerai. Ditarget seluruh gerai itu akan rampung pada Maret 2026. Agar proyek itu rampung tepat waktu, pemerintah pusat menggerojok anggaran yang luar biasa besar. Satu KMP diberi anggaran hingga Rp 3 miliar. Nantinya anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan KMP, pembelian sarana dan prasarana (sarpras), hingga modal usaha. (wib/tyo)