HARGA MULAI ANJLOK: Petani cabai di Desa Jatigreges, Kecamatan Pace memanen cabai rawit. Harga cabai di tingkat petani hanya Rp 30 ribu per kilgoram kemarin.
Pasokan Melimpah di Pasar Kota Angin
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Petani cabai rawit di Kabupaten Nganjuk tidak bisa full senyum hingga akhir tahun. Karena harga cabai rawit yang sempat melonjak kembali anjlok. Tidak tanggung-tanggung, di petani, harga cabai rawit hanya dihargai Rp 30 ribu per kilogram.
Kondisi itu dialami oleh beberapa petani cabai rawit di Desa Jatigreges, Kecamatan Pace. Partini, 48, salah satu petani cabai rawit mengatakan, harga cabai rawit sempat melambung tinggi dua minggu lalu. “Tapi, beberapa hari terakhir kembali turun,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Partini menjelaskan, dua minggu lalu, harga cabai sempat melambung tinggi. Bahkan, harga dari petani pernah menyentuh angka Rp 70 ribu per kilogram. Namun, harga tersebut tidak bertahan lama. Karena beberapa hari kemudian harga cabai rawit terus menurun. Hingga puncaknya terjadi kemarin. Harga cabai rawit di petani turun hingga Rp 30 ribu. “Kalau di pasar juga turun. Sekitar Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram,” imbuh perempuan yang kini berusia 48 tahun tersebut.
Lalu apa yang menyebabkan harga cabai rawit turun? Menanggapi pertanyaan itu, Partini menjelaskan, penurunan harga cabai rawit terjadi karena pemerintah pusat yang melakukan impor cabai rawit. Tujuannya adalah untuk mengontrol harga cabai di pasaran.
Menurut Partini, harga Rp 30 ribu dianggap cukup tinggi. Karena masih ada kemungkinan harga cabai rawit dapat lebih turun lagi. Karena biasanya harga cabai rawit di petani berada di kisaran Rp 20 hingga Rp 25 ribu per kilogram. “Memang harga cabai rawit itu naik turunnya cepat. Tidak masalah kalau turun, yang penting tidak rugi,” tandasnya.
Sementara itu, Mujinah, 40, petani cabai rawit lainnya berharap kondisi harga cabai dapat kembali seperti dua minggu lalu. Yaitu ketika harga di angka Rp 70 ribu per kilogram. “Saya senang kalau harganya naik tinggi. Bisa buat tahun baruan,” ujarnya. (wib/tyo)