NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Suasana di dua desa di Kecamatan Berbek mencekam pada Senin sore (22/12). Penyebabnya angin puting beliung menyapu Desa Maguan dan Desa Sumberurip. Akibatnya, belasan bangunan mengalami kerusakan. Empat diantaranya adalah rumah warga.
Salah satunya seperti yang terjadi di rumah milik Ridwan. Warga Dusun Tirip, Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek itu menjadi salah satu korban yang terdampak angin puting beliung. “Genting rumah saya banyak yang jatuh terkena angin,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Pria berusia 50 tahun itu menceritakan, pada Senin sore, suasana di Dusun Tirip awalnya tenang.
Hingga tiba-tiba awan gelap mendatangi dusun. Selang beberapa menit, angin bertiup kencang. Atap rumah milik warga langsung tersapu angin.
Kondisi mencekam itu terjadi hingga sekitar 30 menit. Bahkan, angin kencang tersebut tidak hanya merusak atap rumah. Melainkan juga bangunan lain. Setidaknya ada satu kandang ternak dan gudang yang rata dengan tanah. “Beruntung di Dusun Tirip tidak ada korban jiwa,” tambahnya.
Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan angin kencang terjadi di dua desa di Kecamatan Berbek. Yaitu Desa Maguan dan Desa Sumberurip. Akibatnya beberapa rumah mengalami kerusakan. “Angin kencang mengakibatkan beberapa kerusakan di dua desa,” ujarnya.
Di Desa Maguan, petugas mencatat ada kerusakan di tiga rumah. Ditambah ada beberapa pohon yang tumbang hingga melintang di jalan raya. Selain itu, listrik yang mengaliri desa tersebut sempat terputus. Penyebabnya kabel milik PLN yang putus.
Hal tak jauh berbeda terjadi di Desa Sumberurip. Setidaknya, ada satu rumah yang mengalami kerusakan. Ditambah dengan sebuah gudang dan kandang kambing yang rata dengan tanah. Selain itu, ada beberapa pohon yang tumbang di sepanjang jalan desa. “BPBD dibantu dengan pihak desa langsung melakukan evakuasi pohon tumbang dan asesmen,” tambahnya.
Sutomo mengatakan, cuaca buruk masih akan terjadi di Kabupaten Nganjuk beberapa hari ke depan. Bahkan, diprediksi cuaca buruk masih akan bertahan hingga akhir Desember. Oleh karena itu, Sutomo mengimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi