Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Berkah Nataru: Ratusan Orang Naik Perahu Penyeberangan di Prambon

Karen Wibi • Minggu, 28 Desember 2025 | 01:58 WIB

RAMAI: Penumpang perahu penyeberangan di Tanjungtani membeludak saat libur Natal dan Tahun Baru 2026 kemarin. Sehari ada ratusan orang yang menggunakan perahu penyeberangan.
RAMAI: Penumpang perahu penyeberangan di Tanjungtani membeludak saat libur Natal dan Tahun Baru 2026 kemarin. Sehari ada ratusan orang yang menggunakan perahu penyeberangan.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Libur panjang Natal dan tahun baru (nataru) membawa berkah bagi pengusaha perahu penyeberangan. Perahu penyeberangan di Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon mendapat uang jutaan rupiah. Total dalam satu hari ada ratusan orang yang menggunakan perahu penyeberangan.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Eko, 40, warga Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon. Operator perahu penyeberangan itu mengatakan jumlah penumpang terus meningkat sejak awal pekan.

“Ada peningkatan jumlah penumpang sejak liburan,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Eko mengatakan, di hari biasa, jumlah penumpang di perahu penyeberangan jumlahnya sedikit. Hanya sekitar 300 hingga 500 penumpang per hari.

Jumlah itu sedikit meningkat selama libur nataru. Setidaknya, sejak akhir pekan lalu, Eko mencatat ada peningkatan jumlah penumpang. Rata-rata per harinya bisa mencapai 500 hingga 700 penumpang. “Ada peningkatan, mungkin sekitar 50 persen saja,” ujarnya sembari mengatakan peningkatan tertinggi selalu terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mayoritas penumpangnya tidak hanya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Melainkan juga berasal dari Kabupaten Kediri. Karena diketahui, perahu penyeberangan yang ada di Desa Tanjungtani memang menghubungkan Kecamatan Prambon di Nganjuk dan Kecamatan Papar di Kediri.

Selama seminggu terakhir, kata Eko, mayoritas penumpang adalah orang yang sedang berlibur. Mereka mencari jalan pintas paling cepat. Karena selain perahu penyeberangan, mereka harus memutar ke Bendungan Waruturi atau Jembatan Papar. Selain cepat, tiket yang murah juga jadi alasan mengapa banyak yang menggunakan perahu penyeberangan. Karena untuk satu kali perjalanan, penumpang hanya perlu membayar Rp 2 ribu. “Kalau ke Bendungan Waruturi atau Jembatan Papar terlalu jauh. Jadi mereka naik perahu saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Darminto, 50, warga Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon mengaku sering ke Kecamatan Papar dengan menggunakan perahu penyeberangan. Tentu alasan utama karena jarak yang bisa ditempuh dengan lebih cepat. “Harganya juga murah. Cuman Rp 2 ribu. Kalau memutar pasti perlu biaya banyak,” ujarnya.

Menurut Darminto, kegiatan itu sudah dilakukannya sejak bertahun-tahun lalu. Namun saat air sedang tinggi, Darminto lebih memilih untuk tidak menyeberang. Pria yang sehari-hari berjualan mainan anak itu kadang memilih untuk berjualan di Kecamatan Prambon. “Kadang juga takut. Jadi kalau sedang banjir ya tidak berani menyeberang,” tambahnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#perahu penyeberangan #natal dan tahun baru #nganjuk