NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang rencananya dilaksanakan di Pendapa KRT Sosrokoesoemo resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, pelantikan akan dilaksanakan di Alun-Alun Nganjuk.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, perubahan tempat pelantikan dilakukan karena jumlah PPPK paruh waktu yang akan dilantik sebanyak 2.247 orang. “Alun-Alun Nganjuk kami pilih karena luas,” ujarnya kepapa wartawan koran ini.
Agus menjelaskan, perubahan rencana hanya dilakukan untuk lokasi pelantikan. Sedangkan untuk jadwal pelantikan tidak berubah. Pelantikan tetap dilakukan besok (30/12). Nantinya para calon PPPK paruh waktu wajib berkumpul diAlun-Alun Nganjuk pukul 06.30 WIB.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan beberapa peraturan yang wajib dilaksanakan oleh calon PPPK paruh waktu. Pertama adalah peserta diwajibkan hadir langsung dalam pelantikan. Selain itu, para peserta diwajibkan memakai pakaian putih dengan lengan panjang, berdasi, celana hitam, dan sepatu hitam.
“Calon PPPK paruh waktu diimbau untuk datang tepat waktu,” tambahnya.
Agus mengatakan, Bupati Marhaen Djumadi akan melantik secara langsung PPPK paruh wakto. Pelantikan itu sebagai kado istimewa untuk tahun baru 2026. Sementara itu, NU, salah satu calon PPPK paruh waktu mengaku sangat bersyukur. Karena akhirnya dia segera dilantik menjadi aparatur sipil negara (ASN). “Alhamdulillah akhirnya bisa dilantik setelah sekian lama menjadi tenaga honorer,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut NU, menjadi PPPK paruh waktu adalah hal yang dinantikannya sejak lama. Dengan menjadi PPPK paruh waktu, NU berharap kesejahteraannya dapat meningkat. “Semoga tenaga honorer yang menjadi PPPK paruh waktu dapat lebih sejahtera,” tambahnya.
Seperti diketahui sebelumnya, di tahun ini, Pemkab Nganjuk akan melantik 2.247 tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu. Ribuan tenaga honorer itu adalah peserta ujian yang mengikuti tes CPNS 2024 dan PPPK penuh waktu pada tahun 2025.
Jumlah tersebut diketahui lebih sedikit dibanding dengan jumlah tenaga honorer yang terdata di BKN RI. Karena diketahui ada 2.249 tenaga honorer yang terdata. Namun diketahui ada dua tenaga honorer yang mengundurkan diri. (wib/tyo)