TINGGAL KENANGAN: Aska Muhammad Hafizan saat masih hidup. Dia meninggal karena tenggelam.
Aska Muhammad Hafizan, Korban Tenggelam di Sungai Widas
Kepergian Aska Muhammad Hafizan benar-benar menyayat hati. Dia menjadi korban tenggelam di Sungai Widas di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
RUMAH Aska Muhammad Hafizan di Desa Jambi, Kecamatan Baron tidak terlihat seperti biasanya kemarij. Karena biasanya kondisi rumah Aska sangatlah sepi. Maklum, sehari-hari, rumah itu hanya ditempati oleh Aska dan sang ayah. Sedangkan sang ibu masih bekerja di luar negeri. Namun sejak Jumat malam (26/12) rumah itu banyak dikunjungi oleh kerabat. Mulai dari tetangga hingga keluarga.
Kunjungan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Karena sejak Jumat (26/12), remaja berusia 17 tahun itu dinyatakan hilang. Dia terseret arus Sungai Widas yang ada di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang. Korban baru ditemukan keesokan harinya.
Belasan orang itu memberi simpati kepada Tafikul Anam, 49, ayah korban. Satu per satu petakziah memberi semangat kepada pria yang akrab disapa Tafik. Namun kalimat penyemangat itu tidak benar-benar dirasakan oleh Tafik.
Tubuhnya terlihat lemas. Terlihat dari caranya duduk. Sedari tadi, Tafik hanya bisa menyandarkan tubuhnya ke kursi yang terbuat dari kayu. Hanya satu dua kata yang terucap untuk membalas pesan penyemangat para tamu. “Anak saya bagaimana keadaannya,” ujar Tafik dengan nada bertanya kepada setiap tamu yang datang.
Pertanyaan itu menjadi satu-satunya kalimat panjang yang dapat diucapkan oleh Tafik. Dirinya terus menanyakan kondisi anaknya. Namun bukan jawaban melegakan yang diterima oleh Tafik. Melainkan jawaban sang anak sudah meninggal dunia.\ “Aska itu anak tunggal. Sejak SMK dia tinggal di pondok yang ada di Kecamatan Gondang,” tambahnya.
Sejak duduk di bangku SMK, Tafik jarang bertemu dengan sang anak. Karena memang Aska juga harus tinggal di pondok pesantren. Namun, setiap beberapa bulan sekali, Aska akan pulang ke rumah.
Waktu pertemuan keduanya tak bisa dibilang lama. Karena waktu libur yang selalu singkat. Namun, pada pertemuan singkat itu, Aska selalu menjadi anak yang berbakti. Aska banyak membantu pekerjaan Tafik. Mulai dari berkebun, bertani, dan masih banyak yang lainnya.
Sayangnya, kegiatan itu sudah tidak bisa dilakukan lagi. Karena Aska hilang sudah ditemukan meninggal dunia. Dia ditemukan mengambang tak jauh dari lokasi kejadian.
Padahal, kata Tafik, dirinya sempat berharap sang anak selamat. Kembali pulang ke rumah lalu mengerjakan banyak kegiatan bersama dengan dirinya. Meski terdengar tidak mungkin, Tafik berharap doanya itu dapat terkabul. “Padahal saya sangat berharap anak saya pulang dengan selamat. Tidak meninggal,” tandasnya. (wib/tyo)