PERSIAPAN PELANTIKAN: Jalan di sekitar Alun-Alun Nganjuk dipasang tenda UMKM kemarin. Hari ini Bupati Marhaen Djumadi melantik 2.247 tenaga honorer jadi PPPK Paruh Waktu.
Hari Ini Bupati Lantik PPPK Paruh Waktu di Alun-Alun
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari yang dinantikan 2.247 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akhirnya tiba. Hari ini (30/12) mereka akan dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Alun-Alun Nganjuk. Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, peserta pelantikan harus datang pukul 06.30 WIB. Mereka harus tanda tangan dan mengisi daftar hadir. Setelah itu, peserta wajib menempati tempat yang telah ditentukan di undangan. “Jangan terlambat,” tandasnya.
Dalam pelantikan, menurut Agus, ada peraturan yang wajib dipatuhi oleh peserta. Pertama adalah peserta wajib datang tepat waktu dalam pelantikan. Selain itu ada aturan pakaian yang wajib dikenakan oleh peserta. Salah satunya adalah dilarang menggunakan celana atau rok berbahan jeans. Untuk atasan, pakaian putih polos dengan lengan panjang.
Nantinya pakaian putih itu wajib dipasangkan dengan dasi berwarna hitam. Ditambah peserta wajib menggunakan sepatu berwarna hitam.
Agus mengatakan, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi akan melantik secara langsung 2.247 tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu. Kang Marhaen Marhaen juga akan menyerahkan surat keputusan (SK) langsung kepada perwakilan peserta pelantikan. “Seluruh SK pelantikan sudah selesai sejak seminggu yang lalu. SK tersebut tinggal diserahkan ke calon PPPK paruh waktu,” imbuhnya.
Setelah diserahkan, artinya ribuan tenaga honorer itu akan sah jadi PPPK paruh waktu. Mereka akan mulai menerima gaji dan bekerja pada 2 Januari mendatang di instansi asal masing-masing.
Perlu diketahui, di tahun ini, Pemkab Nganjuk akan melantik 2.247 tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu. Ribuan tenaga honorer itu adalah peserta ujian yang mengikuti tes CAT CPNS 2024 dan PPPK pada tahun 2025.
Jumlah tersebut diketahui lebih sedikit dibanding dengan jumlah tenaga honorer yang terdata di BKN RI. Karena diketahui ada 2.249 tenaga honorer yang terdata. Namun, ada dua tenaga honorer yang memilih mengundurkan diri.
Sementara itu, Nu, salah satu calon PPPK paruh waktu mengaku tidak sabar menunggu hari ini. Karena mimpinya menjadi aparatur sipil negara (ASN) akhirnya terwujud. “Saya menunggu pelantikan jadi ASN ini lebih dari sepuluh tahun,” ujarnya.
Nu berharap, status paruh waktu segera berubah menjadi penuh waktu. Sehingga, tahun depan, semua PPPK paruh waktu sudah menjadi penuh waktu. “Kami akan bekerja keras dan mengabdi sebaik-baiknya serta memberi pelayanan terbaik ke masyarakat,” ujarnya. (wib/tyo)