NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Transfer ke Daerah (TKD) pemerintah pusat ke Pemkab Nganjuk yang berkurang Rp 275 miliar tak membuat program bus sekolah terganggu.
Program tersebut dipastikan tetap berjalan maksimal. Bahkan, anggaran operasional yang sebelumnya hanya mampu menutup kebutuhan selama sembilan bulan, kini bisa mencukupi hingga satu tahun penuh.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk Makrus mengatakan, layanan bus sekolah tetap menjadi prioritas.
Baca Juga: Pemkab Beri Sanksi Denda Kontraktor Nakal
Dukungan pemerintah daerah membuat layanan ini mendapat perhatian khusus. Sehingga, operasional tidak terganggu. “Memang secara umum ada dampak efisiensi anggaran. Tapi untuk layanan bus sekolah tetap kami maksimalkan,” ujarnya.
Makrus menjelaskan, saat ini dishub menggunakan sembilan unit MPU L300 yang beroperasi sebagai angkutan sekolah. Rinciannya, delapan unit reguler dan satu unit khusus disabilitas. Seluruh armada tersebut sudah beroperasi penuh saat ini. “Sebelumnya hanya tujuh yang jalan. Sekarang sudah sembilan armada dan semuanya beroperasi,” ujarnya.
Dari sembilan MPU tersebut, Dishub mencatat kapasitas angkut mencapai 81 pelajar setiap hari. Selain MPU, Dishub juga mengoperasikan armada milik pemerintah daerah, yakni tiga unit kendaraan, terdiri dari dua armada reguler dan satu armada disabilitas. Ditambah satu unit bus besar dan satu unit elf yang turut melayani angkutan sekolah.
Baca Juga: Ajak Anak dan Cucu Ngungsi ke Tetangga
Tak hanya mempertahankan layanan, Dishub juga menambah jangkauan rute. Salah satunya dengan membuka layanan ke arah Wilangan. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelajar di wilayah pinggiran yang selama ini masih terbatas akses transportasinya. “Rute kami tambah ke arah Wilangan. Ini bagian dari peningkatan pelayanan,” tegas Makrus.
Menurutnya, meski anggaran harus dihemat, Dishub melakukan penyesuaian agar layanan tetap optimal. Efisiensi justru diikuti dengan penataan ulang anggaran agar lebih tepat sasaran. “Kalau sebelumnya anggaran cukup untuk sembilan bulan, sekarang bisa sampai satu tahun,” ujarnya.
Makrus berharap, layanan bus sekolah ini dapat terus membantu meringankan beban orang tua sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas pelajar di jalan raya. (nov/tyo)
Editor : Miko