Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Warga Sonoageng Tolak KMP di Lapangan Bola

Karen Wibi • Jumat, 9 Januari 2026 | 18:15 WIB

BERGEKOLAK: Warga Sonoageng menolak bangun KMP di lapangan.
BERGEKOLAK: Warga Sonoageng menolak bangun KMP di lapangan.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Desa Sonogageng di Kecamatan Prambon menolak pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KMP) di lapangan desa. Lubang pondasi yang sudah terlanjur dibuat langsung ditutup tanah. Kemudian, musyawarah pembangunan KDMP dilakukan. 

Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini, penolakan pembangunan KDMP terjadi pada Rabu kemarin (7/1). Puluhan warga Desa Sonoageng menggeruduk lapangan desa yang akan dijadikan koperasi.

Padahal, di waktu yang bersamaan, proses pembangunan KDMP sudah dilakukan. Saat itu pekerja sedang melakukan pembangunan pada pondasi bangunan. Setelah warga tiba, pembangunan KDMP langsung dihentikan. Lubang-lubang yang rencananya akan dibangun sebagai pondasi langsung ditutup kembali.

Kepala Desa Sonoageng Suharto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan aksi protes warga itu terjadi karena penolakan terhadap pembangunan koperasi yang ada di lapangan desa. “Warga menolak ada pembangunan KDMP di lapangan desa,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Pihak desa akhirnya langsung melakukan mediasi. Mediasi tersebut dilakukan kemarin (8/1) di Balai Desa Sonoageng. Mediasi itu lalu menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama adalah KDMP tidak akan dibangun di lapangan desa.

Sebagai gantinya, pembangunan KDMP akan dilakukan di tanah kas desa lainnya. Lokasinya tak jauh dari lapangan desa. Sekitar 700 meter ke arah utara. Lokasi tersebut juga dianggap masih sama strategis seperti lokasi pertama. Yaitu, memiliki luas 1.000 meter persegi dan berada tepat di tepi jalan raya. “Lokasinya sudah ditentukan. Pembangunan akan segera dilanjutkan kembali,” tambahnya sembari mengatakan target KDMP Desa Sonoageng ditarget rampung pada akhir April mendatang.

Suharto menjelaskan, alasan penolakan yang dilakukan oleh warga. Menurut Suharto, penolakan itu dilakukan karena warga tidak nyaman jika pembangunan KDMP harus mengorbankan fasilitas umum. Karena diketahui lapangan desa tersebut masih sering digunakan untuk aktifitas masyarakat setempat. Mulai dari berolahraga, nyadran, dan kegiatan hiburan lainnya. “Lapangan desa memang rutin digunakan untuk beraktivitas oleh masyarakat sekitar,” tambahnya.

Setelah diprotes warga, lapangan kembali difungsikan seperti sedia kala. Lubang yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan pondasi kini juga sudah ditutup dengan tanah. (wib/tyo)

Editor : Miko
#KDMP #lapangan #warga menolak #warga desa #Koperasi Merah Putih #prambon