NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Ancaman cuaca ekstrem membayangi wilayah Kota Angin hingga 20 Januari mendatang. Menurut pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Setyaris, intensitas hujan di wilayah Jawa Timur, khususnya Nganjuk, cenderung meningkat seiring masuknya puncak musim hujan pada Januari hingga Februari.
Yaris menjelaskan, periode 10–20 Januari merupakan fase rawan cuaca ekstrem. “Beberapa wilayah di Jawa Timur sudah memasuki cuaca ekstrem, dan Nganjuk termasuk salah satunya,” ujarnya.
Peningkatan curah hujan tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer. Di antaranya aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta gelombang frekuensi rendah yang memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur. Selain itu, keberadaan bibit siklon tropis 96S di selatan Jawa Timur turut berperan menarik massa udara basah ke wilayah daratan. “Faktor-faktor ini mempengaruhi intensitas hujan sehingga peluang terjadinya hujan sedang hingga lebat cukup besar,” terang Yaris.
Berdasarkan karakteristiknya, hujan di wilayah Nganjuk berpotensi terjadi mulai siang, sore hingga malam hari. Hampir seluruh wilayah Nganjuk terdampak, meski waktu turunnya hujan tidak selalu bersamaan. “Ada wilayah yang mulai hujan sejak siang, ada yang baru sore atau malam hari. Namun secara umum merata,” tambahnya.
BMKG mencatat, hujan yang terjadi berpotensi disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan kontur tanah curam dan perbukitan.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan. Potensi bencana yang perlu diantisipasi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.
Dengan kondisi itu, Yaris berpesan agar masyarakat dapat berhati-hati. Terlebih masyarakat yang sering melakukan aktifitas di luar. Saat kondisi berbahaya, masyarakat diimbau untuk segera berlindung. “Masyarakat harus berhati-hati saat terjadi hujan lebat. Jangan memaksakan diri saat beraktivitas di luar,” tandasnya. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi