Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Petani Durian di Nganjuk Harus Adu Cepat dengan Tupai

Karen Wibi • Senin, 19 Januari 2026 | 18:37 WIB

PANEN DURIAN: Petani memanen durian lebih awal karena takut dimakan tupai sebelum masak di pohon.
PANEN DURIAN: Petani memanen durian lebih awal karena takut dimakan tupai sebelum masak di pohon.

LAWAN yang dihadapi oleh petani durian di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos ternyata tidak hanya cuaca yang tak menentu. Melainkan juga tupai yang sering memakan durian sebelum dipanen oleh petani.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Hiwan Sriwiji, 58, salah seorang petani durian. Dia mengatakan, di musim panen durian, para petani juga selalu mewaspadai tupai. “Para petani harus lebih cepat dibanding dengan tupai,” ujarnya.

Menghadapi para tupai pemakan durian juga bukan perkara mudah. Para tupai bukan hanya lebih gesit dibanding dengan para petani. Namun juga lebih lihai dalam memilih durian yang berkualitas bagus.

Ya, alasannya karena tupai memiliki penciuman yang tajam. Setelah buah matang, tupai akan segera bergegas untuk memakan durian yang masih tergantung di dahan pohon.

Buah yang sudah dipanen tupai juga sangat khas. Buah tersebut tiba-tiba akan memiliki lubang. Biasanya lubang tersebut akan memiliki ukuran sekitar 10 cm hingga 15 cm. Ketika sudah berlubang otomatis durian tersebut tidak bisa lagi dijual. “Jika lubangnya sedikit mungkin masih bisa dimakan. Tapi kalau sudah besar ya tidak bisa lagi,” tambahnya.

Di musim lalu, durian yang dimakan tupai bukan menjadi persoalan. Namun hal itu menjadi berbeda di musim ini. Alasannya karena pohon durian yang berbuah minim. Bahkan di pohon yang memiliki 20 buah, lima diantaranya bisa sudah dimakan oleh tupai terlebih dahulu. “Para petani harus lebih cepat dibanding tupai,” tandasnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #durian