PEDULI LITERASI: Plt Kepala BKPSDM Nganjuk Agus Heri Widodo suka membaca buku.
Mengenal Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Agus Heri Widodo tidak hanya berkecimpung di dunia kepegawaian. Namun, dia juga peduli terhadap dunia literasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Agus menjadi salah satu pendiri Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk (Kopling).
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Agus Heri Widodo dikenal di kepegawaian. Karena Agus adalah Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk. Namun ternyata, selain menjadi Plt Kepala BKPSDM Nganjuk, Agus juga aktif dalam dunia literasi di Kota Angin.
Pada tahun 2018, Agus bersama tiga temannya bahkan membentuk komunitas pecinta buku di Kabupaten Nganjuk. Namanya adalah Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk (Kopling). Bahkan, hingga kini, jumlah anggota di Kopling sudah mencapai sekitar 500 anggota.
“Komunitas tersebut sudah dibentuk sejak 2018 dan masih aktif hingga saat ini,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Berdirinya Kopling itu sendiri tak terlepas dari kecintaan Agus dengan buku. Setidaknya, jika tidak salah mengingat, Agus sudah mencintai buku sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu dirinya sudah aktif berlangganan banyak majalah anak. “Bapak saya dulu seorang guru. Hal itu yang membuat saya familiar dengan buku,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, kecintaan Agus terhadap buku juga terus bertambah. Dirinya tidak hanya gemar membaca buku di rumah. Namun juga membaca buku bersama teman-teman di komunitas.
Kondisi itu bertahan hingga Agus berhasil menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Nganjuk. Selama menjadi PNS, Agus tidak pernah mengurangi minatnya pada buku. Sebaliknya Agus tetap bergabung dengan banyak komunitas pecinta buku. Entah itu komunitas online atau offline.
Nah, di antara komunitas itu, Agus tergabung dengan komunitas pecinta buku online. Singkat cerita, di grup tersebut, total ada empat anggota komunitas yang sama-sama berasal dari Kabupaten Nganjuk. Mereka lalu akhirnya bertemu untuk melakukan diskusi. Dari diskusi itu terciptalah ide untuk membuat komunitas pecinta buku di Nganjuk. Hingga pada 14 Februari 2018 lalu, komunitas itu resmi berdiri.
Tak diduga komunitas tersebut memiliki banyak peminat. Setiap dua kali dalam satu tahun, komunitas tersebut membuka pendaftaran untuk anggota. Hingga puncaknya, saat ini, ada 500 anggota komunitas yang sudah terdaftar. Sekitar 300 di antaranya secara aktif sering melakukan diskusi secara offline atau online. “Ternyata pecinta buku di Nganjuk itu banyak. Sayangnya tidak banyak komunitas yang bisa mewadahi mereka,” tandasnya.
Kegiatan yang dilakukan di Kopling juga bervariasi. Mulai dari diskusi buku, bedah buku, belajar menulis buku, dan masih banyak yang lainnya. Bahkan, di hari tertentu, komunitas tersebut aktif untuk mengadakan bazar atau pameran tentang buku. (tyo)