Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Setahun, Empat Kali Lelang Kendaraan

Novanda Nirwana • Selasa, 3 Februari 2026 | 21:41 WIB

LELANG AWAL TAHUN: Sepeda motor operasional yang tidak terpakai dilelang BPKAD Nganjuk. Tahun ini direncanakan empat kali  lelang.
LELANG AWAL TAHUN: Sepeda motor operasional yang tidak terpakai dilelang BPKAD Nganjuk. Tahun ini direncanakan empat kali lelang.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebijakan efisiensi anggaran pada 2026 berdampak langsung terhadap perencanaan lelang aset daerah di Kabupaten Nganjuk. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan jumlah pelaksanaan lelang dan target pendapatan pada tahun ini akan disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia. Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD Nganjuk Samsul Hadi menjelaskan, lelang aset daerah membutuhkan dukungan anggaran yang tidak kecil. Terutama untuk proses penilaian aset sebelum dilelang. “Karena ada efisiensi, tentu berpengaruh. Lelang itu membutuhkan dana, satu kali penilaian saja anggarannya bisa Rp 30 juta sampai Rp 40 juta,” ujar Samsul.

Dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran tersebut, pada 2026 BPKAD merencanakan empat kali pelaksanaan lelang. Proses penilaian aset akan tetap melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami tetap melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),” tambahnya.

Adapun aset yang diprioritaskan untuk dilelang masih didominasi barang-barang inventaris dari tahun-tahun sebelumnya yang sudah tidak digunakan. Barang tersebut antara lain komputer, meja, dan kursi yang saat ini memenuhi gudang di masing-masing kantor perangkat daerah. Selain itu, BPKAD juga membuka kemungkinan melelang kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat. “Daripada gudangnya penuh dan tidak termanfaatkan, kami kumpulkan barang-barang itu untuk kemudian dilelang,” jelasnya.

Sementara itu, untuk lelang bangunan, hingga saat ini BPKAD belum menetapkan target pada 2026. Namun demikian, peluang tersebut masih terbuka apabila terdapat perubahan kebijakan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). “Sejauh ini belum ada target lelang bangunan. Tapi nanti bisa saja berubah kalau ada PAK,” imbuhnya.

Sejalan dengan kebijakan efisiensi dan penyesuaian volume lelang, Samsul memastikan target pendapatan lelang aset daerah tahun 2026 juga akan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. “Karena volumenya turun, targetnya juga pasti turun,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#lelang kendaraan #lelang kendaraan dinas #nganjuk