NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pengurangan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) dari pemerintah pusat berdampak pada manasik haji di daerah. Jika tahun sebelumnya bimbingan dilakukan hingga delapan kali pertemuan, tahun ini jumlahnya dipangkas menjadi lima kali.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Nganjuk Zainal Abidin Hanif Kamaloddin menjelaskan, penyesuaian tersebut mengikuti kebijakan pengurangan biaya haji dari pusat. Meski jumlah pertemuan berkurang, pihaknya memastikan materi pembekalan bagi calon jemaah haji tetap disampaikan secara maksimal. “Tahun sebelumnya manasik delapan kali. Tahun ini hanya lima kali karena ada pengurangan biaya dari pusat,” ujarnya.
Hanif merinci, lima kali manasik tersebut terdiri atas empat kali bimbingan di tingkat kecamatan dan satu kali manasik tingkat kabupaten. Skema ini dinilai masih memadai untuk memberikan pemahaman teknis ibadah, mulai dari praktik manasik, tata cara pelaksanaan rukun haji, hingga kesiapan administrasi dan kesehatan jemaah.
Menurut Hanif, jadwal pelaksanaan manasik nantinya tetap menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat. Biasanya, rentang pelaksanaan berada sekitar satu hingga dua bulan sebelum keberangkatan, sehingga daerah menyesuaikan waktu di sela rentang tersebut. “Kemungkinan saat bulan puasa manasiknya,” paparnya.
Saat disinggung soal dampak efisiensi anggaran terhadap kualitas pelayanan jemaah, Hanif enggan berspekulasi lebih jauh. Hanif menyebut kebijakan pengurangan biaya sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Kami tidak bisa menyebut pasti alasannya. Itu sudah diatur langsung dari pusat, daerah tinggal menyesuaikan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan kepada calon jemaah haji tetap berjalan. Selain persiapan manasik, saat ini petugas juga masih fokus pada tahapan administrasi seperti kelengkapan data dan proses biovisa.
Hanif menegaskan, keterbatasan anggaran dan jumlah personel tidak akan mengurangi komitmen dalam memberikan pembinaan kepada calon jemaah haji. Pihaknya akan mengoptimalkan waktu bimbingan agar materi tetap tersampaikan secara menyeluruh. “Kami upayakan pembekalan tetap maksimal. Yang penting jemaah siap secara ibadah, administrasi, maupun kesehatan sebelum berangkat,” tandasnya. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi