NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mematok target tinggi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun ini. Jumlahnya melebihi tahun lalu. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini mengatakan, di tahun ini, ada peningkatan untuk target PAD.
Jika di awal tahun 2025, Pemkab Nganjuk menarget PAD Rp 545,37 miliar kemudian direvisi pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menjadi Rp 587,2 miliar. Kemudian, tahun ini target PAD Kabupaten Nganjuk meningkat. Yakni, menjadi Rp 577,84 miliar. “Target PAD awal tahun 2026 ini lebih tinggi dibandingkan target PAD di awal tahun 2025,” ujarnya.
Dyah menjelaskan, ada kemungkinan target PAD akan berubah atau bertambah besar di PAK APBD Nganjuk tahun 2026. Karena saat ada pembahasan PAK APBD Nganjuk, akan ada revisi atau evaluasi terkait target PAD.
Meski lebih tinggi dibandingkan target PAD awal tahun 2025, mantan Plt Kepala Arpus Nganjuk ini optimistis, organisasi perangkat daerah (OPD) akan bisa memenuhi target. Karena tahun lalu, PAD Nganjuk juga mampu melebihi target. Saat itu, di 22 Desember 2025, PAD Nganjuk sudah mencapai Rp 592,09 miliar. Artinya, pencapaian target PAD Nganjuk mencapai 100,83 persen di 2025.
Perlu diketahui, PAD Pemkab Nganjuk berasal dari pajak, retribusi, hasil kekayaan, dan lain-lain PAD. Dari sektor pajak, pendapatan tertinggi berasal dari opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Lalu, ada dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Selain itu ada pendapatan yang berasal dari retribusi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi