Novanda Nirwana• Selasa, 10 Februari 2026 | 15:03 WIB
BANGUN MUSEUM: Pembangunan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro masih 45 persen kemarin. Pembangunan museum ini ditarget bisa selesai akhir Bulan Maret tahun ini.
Pasang TargetSelesai setelah Lebaran 2026
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pembangunan Museum/Rumah Singgah Pahlawan Nasional Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro terus dikebut. Hingga sekitar satu bulan pengerjaan, progres pembangunan masih mencapai 45 persen. Padahal, pembangunan itu ditargetkan rampung pada akhir Maret atau setelah Lebaran.
Pelaksana kegiatan pembangunan Suhartono mengakui, waktu pengerjaan relatif terbatas. Namun pihaknya tetap optimistis pembangunan museum yang menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan buruh tersebut dapat selesai sesuai target. “Memang waktu kami sangat terbatas, tetapi kami optimistis pembangunan bisa selesai sesuai target, yakni akhir Maret,” ujarnya.
Ia menjelaskan, desain bangunan museum sempat mengalami perubahan. Awalnya panjang bangunan direncanakan sekitar 40 meter. Namun seiring perkembangan konsep, panjang bangunan bertambah menjadi sekitar 76 meter."Memang ada perubahan dari desain awal, sehingga kami menyesuaikan," paparnya.
Menurut Suhartono, saat ini pekerjaan pasangan bata ringan terus berjalan. Bersamaan dengan itu, tim juga mulai mempersiapkan rangka atap agar tahapan pekerjaan dapat berlangsung untuk mempercepat progres pembangunan. “Pasangan bata ringan berjalan, paralel kami sudah mempersiapkan rangka atap. Mudah-mudahan minggu depan sudah masuk pemasangan rangka atap dan genteng,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemasangan atap menjadi salah satu tahapan penting yang dapat mempercepat penyelesaian bangunan. Setelah bagian atap tertutup, pekerjaan interior dan penyempurnaan bangunan bisa dilakukan lebih optimal tanpa terkendala faktor cuaca. “Kalau pemasangan genteng sudah selesai, insyaallah progresnya bisa jauh lebih cepat. Karena pekerjaan paling lama sebenarnya ada di pondasi,” tambahnya.
Pembangunan Museum Marsinah digagas sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan buruh sekaligus bentuk penghormatan terhadap Marsinah yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Keberadaan museum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang literasi sejarah, tetapi juga mampu menarik kunjungan masyarakat luas dan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Jika rampung sesuai target, museum tersebut diharapkan segera dapat difungsikan sebagai sarana edukasi, refleksi sejarah perjuangan buruh, serta destinasi sejarah baru di Kabupaten Nganjuk. (nov/tyo)