NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Progres pembangunan Museum/Rumah Singgah Pahlawan Nasional Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, tidak berjalan mulus. Penyebabnya, hujan yang turun hampir setiap hari. Akibatnya, pekerja melakukan lembur untuk mengejar target penyelesaian.
Pelaksana kegiatan pembangunan Suhartono, menyebutkan total sekitar 60 pekerja dilibatkan dalam proyek tersebut. Hujan yang turun hampir setiap hari menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan. “Hujan memang menghambat. Hampir setiap hari kami lakukan lembur untuk mengejar progres,” ujarnya.
Meski demikian, pekerjaan tidak dipaksakan jika kondisi cuaca dinilai berisiko. Faktor keselamatan pekerja serta kualitas bangunan tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan proyek.“Kalau lembur tapi hujan deras, ya tidak kami paksakan. Kami tetap mempertimbangkan keselamatan dan kualitas pekerjaan,” jelasnya.
Untuk menjaga progres pembangunan tetap berjalan, pihak pelaksana melakukan penyesuaian pekerjaan. Saat hujan turun, aktivitas dialihkan ke pekerjaan yang tidak terdampak langsung oleh cuaca, seperti pemotongan pembesian dan persiapan material konstruksi. “Kalau hujan, kami alihkan ke pekerjaan yang tidak terkena hujan, misalnya pemotongan pembesian dan persiapan material lainnya,” tambahnya.
Sementara ketika cuaca cerah, pekerjaan konstruksi utama kembali dikebut. Persiapan material juga kerap dilakukan pada malam hari dengan bantuan lampu sorot guna mempercepat tahapan pekerjaan berikutnya. “Kalau tidak hujan, biasanya kami fokus persiapan material untuk pekerjaan besok. Lembur kadang sampai sekitar pukul 22.00 WIB dengan lampu sorot,” ujarnya.
Dengan strategi penyesuaian tersebut, pelaksana optimistis pembangunan Museum Marsinah tetap bisa berjalan sesuai target. Proyek ini diharapkan segera rampung sehingga dapat difungsikan sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan buruh sekaligus destinasi sejarah baru di Kabupaten Nganjuk. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi