Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Panjang Museum Marsinah Tambah 36 Meter

Novanda Nirwana • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:14 WIB

MEGAH: Pembangunan Museum Marsinah di Sukomoro dikebut. Panjang bangunan bertambah 36 meter karena desainnya berubah.
MEGAH: Pembangunan Museum Marsinah di Sukomoro dikebut. Panjang bangunan bertambah 36 meter karena desainnya berubah.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk – Desain pembangunan Museum/Rumah Singgah Pahlawan Nasional Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro mengalami perubahan. Panjang bangunan yang semula direncanakan sekitar 40 meter  kini diperluas menjadi kurang lebih 76 meter  Hal tersebut untuk menyesuaikan kebutuhan fungsi museum sekaligus rumah singgah.

Pelaksana kegiatan pembangunan Suhartono menjelaskan, perubahan desain dilakukan seiring berkembangnya konsep fasilitas yang ingin dihadirkan. Penambahan sejumlah ruang dinilai penting agar museum tidak hanya menjadi tempat edukasi sejarah, tetapi juga mampu menunjang kenyamanan pengunjung. “Awalnya panjang bangunan direncanakan sekitar 40 meter. Namun seiring perkembangan konsep, panjang bangunan bertambah menjadi sekitar 76 meter sehingga berdampak pada penyesuaian proses konstruksi,” ujarnya.

Menurut Suhartono, perluasan tersebut dipicu adanya tambahan beberapa fasilitas utama. Salah satunya penambahan kamar mandi yang kini dirancang sebanyak enam unit, termasuk fasilitas kamar mandi di dalam kamar tidur untuk mendukung fungsi rumah singgah. Misalnya, kamar mandi ada enam unit, sebagian berada di dalam kamar tidur. Selain ruang museum, juga ada ruang singgah untuk teman-teman SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) yang ingin beristirahat saat berkunjung ke sini.

Suhartono menambahkan, konsep kawasan museum dirancang lebih lengkap. Selain ruang museum utama, tersedia lahan parkir, teras, taman untuk area diskusi santai, hingga ruang singgah yang dapat dimanfaatkan pengunjung dari luar daerah. “Konsepnya ada lahan parkir, teras, ruang museum, kemudian taman untuk ngobrol santai. Jadi tidak hanya museum, tapi juga tempat singgah bagi pengunjung,” imbuhnya.

Dengan perluasan desain tersebut, proses konstruksi juga mengalami penyesuaian, baik dari sisi teknis pembangunan maupun waktu pengerjaan. Namun pihak pelaksana memastikan perubahan itu dilakukan untuk meningkatkan fungsi dan manfaat bangunan ke depan.

Museum Marsinah sendiri digagas sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan buruh sekaligus simbol penghormatan terhadap Marsinah yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Keberadaan museum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang literasi sejarah, tetapi juga destinasi edukasi yang mampu menarik kunjungan masyarakat luas.

Selain itu, kehadiran museum dan rumah singgah tersebut diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui kunjungan buruh dan masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk mengenal sejarah perjuangan Marsinah secara lebih dekat. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #pahlawan nasional #marsinah